Resmi Melantai di Bursa, RANS Entertainment Buka Suara soal Isu Pencucian Uang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Jul 2026, 15:56
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Founder PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) Raffi Ahmad (kiri), Direktur Utama RANS Nagita Slavina (kedua dari kiri), Komisaris Utama RANS Darwin Cyril Noerhadi, dan Managing Director Emtek Group Sutanto Hartono (kanan) menjawab pertanyaan media dalam konferensi pers di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 10 Juli 2026 Founder PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) Raffi Ahmad (kiri), Direktur Utama RANS Nagita Slavina (kedua dari kiri), Komisaris Utama RANS Darwin Cyril Noerhadi, dan Managing Director Emtek Group Sutanto Hartono (kanan) menjawab pertanyaan media dalam konferensi pers di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 10 Juli 2026 (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -  PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (kode saham: RANS) menepis isu yang menyebut perseroan berkaitan dengan praktik pencucian uang setelah resmi mencatatkan saham perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 10 Juli 2026.

Komisaris Utama RANS Darwin Cyril Noerhadi menegaskan kabar tersebut tidak didasarkan pada fakta.

“Kalau masalah pencucian uang, itu mungkin lebih kepada rumor yang ada daripada fakta yang ada,” kata Komisaris Utama RANS Darwin Cyril Noerhadi di Jakarta, Jumat, 10 Juli 2026.

Cyril menjelaskan seluruh tahapan IPO telah dilaksanakan sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Ia mengatakan setiap perusahaan yang hendak menjadi emiten wajib melalui proses uji kelayakan yang sangat ketat. Proses tersebut mencakup penyampaian dokumen serta jawaban atas ratusan pertanyaan dari regulator.

Baca Juga: RANS Gunakan Dana IPO Rp161,5 Miliar untuk Gelar 16 Konser hingga 2028

Menurut dia, tahapan itu meliputi tiga aspek utama, yakni keterbukaan dari sisi hukum, akuntansi, dan informasi.

Pada aspek hukum, seluruh transaksi perusahaan harus memiliki dokumen pendukung yang sah, termasuk dokumen notaris. Dari sisi akuntansi, perusahaan diwajibkan membuka pembukuan beserta sumber pencatatan keuangannya. Selain itu, emiten juga harus memenuhi seluruh ketentuan mengenai keterbukaan informasi kepada publik.

Cyril juga menyoroti kepercayaan investor terhadap RANS. Ia mencontohkan masuknya Emtek sebagai investor pada 2021 dengan investasi sekitar Rp248 miliar untuk mengakuisisi sekitar 17-18 persen saham perseroan.

Saat investasi tersebut dilakukan, valuasi RANS telah mencapai sekitar Rp1,3 triliun. Seiring perkembangan bisnis perusahaan, valuasi itu kini meningkat menjadi lebih dari Rp2 triliun.

“Makanya saya rasa IPO-nya RANS itu penting untuk menyampaikan apa yang terjadi di emiten ini secara fakta yang ada, mengikuti ketentuan baik dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI),” kata dia.

Baca Juga: RANS Resmi Melantai di BEI, Saham Langsung Melonjak 34,12 Persen

Lebih lanjut, Cyril menyampaikan perseroan berkomitmen memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku, sejalan dengan reformasi pasar modal untuk memperkuat integritas pasar melalui keterbukaan informasi, ketentuan free float minimum 15 persen, serta pengungkapan kepemilikan saham di atas 1 persen.

“Jadi keterbukaan informasi dan jumlah saham yang diperdagangkan RANS lebih dari 20 persen, itu adalah diperdagangkan di bursa. Mengenai 1 persen itu jelas keterbukaan kita memenuhi ketentuan yang ada di bursa,” kata Cyril.

Sementara itu, Trimegah Sekuritas Indonesia selaku penjamin pelaksana emisi (underwriter) menilai valuasi RANS tidak dapat diukur hanya dengan indikator keuangan konvensional. Menurut perusahaan sekuritas tersebut, kekuatan utama RANS berada pada kreativitas sebagai aset bisnis.

Direktur Trimegah Sekuritas Indonesia David Agus menjelaskan bahwa nilai perusahaan dibangun dari kreativitas yang menghasilkan pengaruh (influence), kemudian membentuk basis pengikut (followers), hingga akhirnya menciptakan peluang monetisasi.

Baca Juga: Kortas Tipikor Blak-blakan Geledah Resto De'Clan: Kasus Pencucian Uang dan Korupsi

Oleh karena itu, pendekatan valuasi seperti price to earnings ratio (PER) maupun price to book value (PBV) dinilai belum sepenuhnya mampu menggambarkan nilai ekonomi perusahaan yang berbasis kreativitas.

“Jadi balik lagi pertanyaannya, apakah memang nilainya kreativitas, entrepreneurship, dan kemampuan influence dengan base follower yang ada dari Pak Raffi dan Mbak Nagita, dan ekosistemnya termasuk artis-artis yang lain, itu hanya nilainya Rp2,5 triliun (kapitalisasi pasar RANS) kan tidak bisa dijawab (hanya dengan angka),” kata David.

David menambahkan, dari sisi fundamental, susunan pemegang saham RANS menjadi salah satu indikator positif karena diisi investor yang memahami industri media.

Mengenai risiko investasi, ia mengakui masih ada sebagian investor yang memandang ketergantungan terhadap figur pendiri sebagai risiko utama. Meski demikian, menurutnya, kondisi bisnis RANS saat ini menunjukkan bahwa pendapatan dan profitabilitas perseroan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada kekayaan intelektual (IP) pribadi Raffi Ahmad maupun Nagita Slavina.

Baca Juga: Selain Raffi Ahmad, Ini Deretan Pemegang Saham RANS dari Dony Oskaria Sampai Kaesang

Pada Jumat, 10 Juli 2026, RANS resmi melaksanakan IPO dengan menghimpun dana sebesar Rp429,25 miliar. Saham RANS dibuka di level Rp228 per saham dan bertahan pada harga tersebut, naik 34,12 persen atau 58 poin dibandingkan harga penawaran perdana sebesar Rp170 per saham, sehingga langsung menyentuh batas auto reject atas (ARA).

Hingga pukul 14.23 WIB, total volume perdagangan mencapai 7,11 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp1,62 miliar dari 17.480 kali transaksi. Kenaikan harga saham tersebut membuat kapitalisasi pasar perseroan meningkat menjadi sekitar Rp2,87 triliun.

Komposisi kepemilikan saham RANS didominasi Raffi Farid Ahmad sebesar 62,93 persen. Selanjutnya, publik memiliki 20,02 persen saham, PT Indonesia Entertainmen Grup 7,23 persen, Soultan Ariq Rachman 2,74 persen, Dony Oskaria 2,74 persen, Sutanto Hartono 1,14 persen, Nagita Slavina Mariana Tengker 0,99 persen, Kaesang Pangarep 0,91 persen, Hikmat Janika 0,68 persen, dan PT Ekonomi Baru Investasi Teknologi 0,61 persen.

(Sumber: Antara)

x|close