Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu 15 Juli 2026.
Adapun mata uang Garuda naik 21 poin atau 0,12 persen ke level Rp18.070 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah didorong oleh pelemahan dolar AS setelah data inflasi Amerika Serikat tercatat lebih rendah dari perkiraan pasar.
Menurutnya, data tersebut memicu penurunan ekspektasi terhadap arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed), sehingga memberikan sentimen positif bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang melemah cukup besar setelah data inflasi AS yang lebih rendah dari harapan, memicu menurunnya ekspektasi pada suku bunga the Fed," ucap Lukman kepada Ntvnews.id, Rabu 15 Juli 2026.
Baca juga: Rupiah Masih di Rp18 Ribu per Dolar, Purbaya Yakin Investor Kembali ke RI
Baca juga: Rupiah Melemah ke Level Rp18.115 per Dolar AS di Tengah Memanasnya Situasi Timur Tengah
Meski demikian, ia memperkirakan penguatan rupiah masih akan terbatas.
Hal trsebut didoronng harga minyak mentah dunia tetap bertahan di level tinggi seiring memanasnya situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah.
"Penguatan diperkirkirakan terbatas oleh harga minyak mentah dunia yang masih tinggi dari memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah," lanjutnya.
Pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini diproyeksi akan berada di kisaran Rp18.000 hingga Rp18.150 per dolar AS.
Mata uang Rupiah dan Dolar AS/ist