Rupiah Perkasa ke Rp17.937 per Dolar AS Seiring Harapan Damai AS-Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Jul 2026, 10:23
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Pemerintah tengah menyiapkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Harga Rupiah (Redenominasi), dengan target rampung pada 2027. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay) Ilustrasi - Pemerintah tengah menyiapkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Harga Rupiah (Redenominasi), dengan target rampung pada 2027. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan Selasa 21 Juli 2026. 

Adapun rupiah menguat 11 poin atau 0,06 persen ke level Rp17.937 per dolar Amerika Serikat (AS).

Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah ditopang oleh membaiknya sentimen global setelah muncul laporan mengenai peluang negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.

"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS oleh meredanya tensi geopolitik di timteng menyusul laporan bahwa AS dan Iran mengisyaratkan kesediaan untuk melakukan negosiasi," ucap Lukman, Selasa 21 Juli 2026.

Baca juga: Rupiah pada Senin Melemah Dekati Level Rp18 Ribu per Dolar AS

Baca juga: Rupiah Melemah Tipis ke Rp18.071 per Dolar AS Tertekan Geopolitik Timur Tengah

Selain faktor eksternal tersebut, Lukman menilai arus modal asing yang masih mengalir ke pasar Indonesia turut memberikan dukungan terhadap pergerakan mata uang Garuda.

"Rupiah juga didukung oleh dana asing yang masih terus kembali masuk ke pasar Indonesia," lanjutnya.

Untuk perdagangan hari ini diperkirakan pergerakan rupiah berada dalam kisaran Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS.

x|close