Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pemerintah Indonesia terus memperkuat dan memperdalam hubungan bilateral dengan berbagai negara mitra strategis guna mendukung kepentingan nasional dan pembangunan ekonomi jangka panjang.
Salah satu kerja sama strategis yang komprehensif dan berkelanjutan dilakukan Indonesia dengan Tiongkok pada berbagai bidang, seperti perdagangan, investasi, dan industri.
"Dengan populasi 1,4 miliar jiwa, Tiongkok berada di urutan kedua di dunia, sementara Indonesia memiliki 285 juta jiwa berada di urutan keempat, keduanya merupakan anggota G20, dan Tiongkok adalah negara dengan ekonomi terbesar kedua dengan PDB USD17,8 triliun dan Indonesia memiliki PDB USD1,4 triliun Jadi, ini benar-benar merupakan tonggak penting bahwa kolaborasi dan kerja sama antara kedua negara terbuka,” ucap Airlangga dalam keterangan tertulisnya, Senin 12 Januari 2026.
Selain menjadi mitra dagang utama Indonesia dengan besaran mencapai USD135,2 miliar pada tahun 2024, kerja sama kedua negara juga terus menunjukkan kemajuan strategis melalui inisiatif Two Parks Twin Countries (TCTP).
Baca juga: Airlangga dan Rosan Kompak Apresiasi Bonus Atlet SEA Games dari Prabowo
Inisiatif TCTP tersebut merupakan kerangka kerja sama strategis untuk memperkuat kolaborasi industri, memfasilitasi investasi, dan mengintegrasikan rantai pasok.
Nota Kesepahaman terkait TCTP yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2021 lalu telah diperbarui pada Mei 2025 melalui penandatanganan antara Menko Airlangga dengan Menteri Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok Wang Wentao, dan disaksikan secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Li Qiang.
Hal tersebut menjadi salah satu wujud nyata dalam menunjukkan komitmen politik yang kuat di tingkat tinggi.
Sebagai bagian integral dari penguatan kerja sama TCTP tersebut, telah dilakukan penandatanganan 16 proposal proyek antara perusahaan-perusahaan Fujian dan mitra-mitra Indonesia dengan nilai total sebesar Rp36,4 triliun, atau sekitar USD2,19 miliar.
Baca juga: Airlangga, Purbaya, Bahlil, hingga Rosan Hadir ke Istana Buat Rapat Terbatas
Berbagai proyek tersebut mencakup sejumlah sektor strategis, termasuk logam dasar, pengolahan daging dan makanan laut, tekstil, teh, furnitur, drone, baterai, dan kecerdasan buatan.
“Ke depannya, Indonesia menyambut baik kolaborasi yang lebih dalam di bidang infrastruktur, logistik, industri hilir, manufaktur, energi terbarukan, ekonomi digital, AI, komputasi kuantum, ketahanan pangan, kesehatan, dan pengembangan sumber daya manusia,” tandasnya.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat meninjau penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) di Kantor Pos Premier Rawamangun, Jakarta, Kamis, 4 Desember 2025. (ANTARA/Aria Ananda) (Antara)