Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan Senin pagi, 29 Juni 2026.
Adapun mata uang Garuda naik 63 poin atau 0,35 persen menjadi Rp17.859 per dolar Amerika Serikat (AS).
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah pada pagi ini cukup mengejutkan.
Penguatan rupiah terjadi di tengah pergerakan pasar global yang relatif stabil. Meski masih terdapat dinamika geopolitik, pelaku pasar dinilai lebih optimistis terhadap peluang meredanya ketegangan dalam waktu dekat.
"Ini mengejutkan, indeks dolar AS sendiri tidak terlalu menguat, sedangkan mata uang regional Asia juga umumnya stabil, sedangkan harga minyak mentah dunia justru sedikit lebih rendah pagi ini," ucap Lukman, Senin 29 Juni 2026.
Baca juga: Rupiah Jumat Pagi Melemah ke Rp17.988 per Dolar AS
Baca juga: Rupiah Kian Terpuruk, Dolar AS Hampir Tembus Rp18.000
Menurutnya, investor tampaknya mengabaikan eskalasi yang terjadi dan lebih memilih mengantisipasi adanya de-eskalasi dalam waktu dekat.
"Investor terlihat mengabaikan eskalasi tsb dan mengharapkan akan terjadi de-eskalasi dalam waktu dekat, seperti yang telah terjadi sebelum-sebelumnyanya," tandasnya.
Mata uang Rupiah dan Dolar AS/ist