Analis: 8 Agenda Reformasi OJK Perkuat Integritas Pasar Modal RI

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Feb 2026, 10:32
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Ntvnews.id, Jakarta - Upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempercepat reformasi pasar modal nasional melalui 8 rencana aksi strategis dinilai sebagai langkah krusial untuk memperbaiki kualitas dan daya saing Bursa Efek Indonesia.

Kebijakan ini diyakini mampu menjawab tantangan struktural pasar sekaligus meningkatkan kepercayaan investor, baik domestik maupun global.

Perkumpulan Analis Efek Indonesia (PAEI) menyatakan dukungan penuh terhadap agenda reformasi yang digagas bersama Bursa Efek Indonesia dan Danantara Indonesia tersebut.

Menurut PAEI, 8 rencana aksi itu dirancang untuk memperkuat integritas pasar melalui peningkatan transparansi, tata kelola, dan likuiditas perdagangan saham.

Baca Juga: Transisi Kepemimpinan Aman, Pemerintah Pastikan Bursa dan OJK Tetap Berjalan Normal

Sebagai organisasi profesi analis, PAEI menilai efektivitas reformasi sangat bergantung pada kualitas informasi yang tersedia di pasar. Integritas data dan tata kelola emiten menjadi fondasi utama bagi terbentuknya kepercayaan pasar serta mekanisme pembentukan harga yang sehat dan efisien.

“Reformasi ini merupakan momentum penting untuk meningkatkan kualitas pasar modal Indonesia. Dengan kebijakan yang presisi dan kolaboratif, kepercayaan investor domestik maupun global akan semakin menguat,” ujar Ketua Umum PAEI, David Sutyanto, Senin, 2 Februari 2026.

Baca Juga: OJK Dorong Perluasan Peran Bank Umum di Pasar Modal lewat Revisi UU P2SK

8 Agenda Reformasi OJK

8 agenda reformasi yang didorong regulator mencakup peningkatan batas minimum saham beredar di publik (free float), penguatan keterbukaan Ultimate Beneficial Ownership, serta penyediaan data kepemilikan saham yang lebih rinci.

Selain itu, rencana demutualisasi bursa, penegakan hukum yang lebih tegas dan konsisten, peningkatan standar kompetensi pengurus emiten, pendalaman pasar secara menyeluruh, hingga penguatan kolaborasi antarpemangku kepentingan juga menjadi fokus utama.

PAEI memandang langkah-langkah tersebut sejalan dengan praktik terbaik di pasar modal global. Peningkatan free float dan transparansi kepemilikan diyakini efektif memperbesar likuiditas, menekan asimetri informasi, serta memperbaiki persepsi investor terhadap kredibilitas pasar modal Indonesia.

Baca Juga: BEI dan OJK Jadwalkan Pertemuan Daring dengan MSCI pada 2 Februari

Meski demikian, PAEI mengingatkan agar implementasi kebijakan dilakukan secara bertahap dan proporsional. Pendekatan yang adaptif dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara perlindungan investor dan kelancaran aktivitas perdagangan, tanpa menimbulkan gejolak yang berlebihan di pasar.

Ke depan, PAEI menyatakan siap terus berperan aktif sebagai mitra strategis regulator dan pelaku industri. Melalui kajian berbasis riset dan data, PAEI berharap 8 rencana aksi tersebut dapat diimplementasikan secara efektif dan berkelanjutan, demi mewujudkan pasar modal Indonesia yang adil, efisien, dan berintegritas.

x|close