Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Australia menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) guna memperkuat kerja sama investasi kedua negara, yang dilaksanakan sebagai bagian dari kunjungan resmi Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese ke Indonesia.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani dan Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong, serta disaksikan secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan PM Australia Anthony Albanese di Istana Negara Republik Indonesia.
MoU ini menetapkan kerangka dan mekanisme kolaborasi yang terstruktur untuk mendorong pertumbuhan hubungan investasi Indonesia–Australia secara berkelanjutan, melalui penguatan kemitraan dengan lembaga pendanaan dan institusi investasi Australia guna memperluas akses pembiayaan dan memperdalam aliran investasi bilateral.
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyampaikan MoU ini mencerminkan komitmen kuat Indonesia dan Australia untuk melangkah lebih jauh dalam membangun kemitraan ekonomi yang saling menguatkan dan berorientasi jangka panjang.
Baca juga: Danantara Akan Groundbreaking Pabrik Baja 3 Juta Ton Bulan Depan
"Bagi Danantara Indonesia, kolaborasi ini membuka akses yang lebih luas ke ekosistem investasi global, memperkuat kepercayaan, serta menciptakan peluang nyata bagi pengembangan proyek-proyek strategis ke depan. Kami memandang kerja sama ini sebagai langkah forward looking untuk mendorong investasi berkualitas, mempercepat transformasi ekonomi nasional, dan memperkuat kapasitas sumber daya manusia Indonesia agar semakin kompetitif di tingkat global," ucap Rosan dalam keterangan tertulisnya, Jumat 6 Februari2026.
Di luar mobilisasi modal, kerja sama ini juga menekankan pembangunan kapasitas jangka panjang melalui kolaborasi di bidang pendidikan, pengembangan keahlian, dan pertukaran talenta, sebagai bagian dari upaya Danantara Indonesia memperkuat profesionalisme dan produktivitas sumber daya manusia serta mendukung transformasi ekonomi nasional yang berdaya saing global.
Kedua pihak juga akan mengidentifikasi peluang untuk meningkatkan investasi dua arah pada berbagai sektor prioritas, termasuk infrastruktur, iklim, energi, pertambangan, kesehatan, digital, serta pangan dan agribisnis.
Dalam mendukung implementasi peluang tersebut, Indonesia dan Australia juga akan menjajaki berbagai pengaturan dan skema pendanaan yang dapat mempercepat realisasi proyek-proyek strategis yang menjadi kepentingan bersama.
Baca juga: Perkuat Industri Baja Nasional, Danantara Percepat Transformasi Krakatau Steel
Sebagai langkah selanjutnya, para pihak akan membentuk Kelompok Kerja (Working Group) dan Rencana Kerja untuk mengimplementasi ruang lingkup kolaborasi, dengan recana untuk mengadakan pertemuan secara reguler guna memastikan kemajuan implementasi kerja sama.
Mencerminkan ambisi bersama kedua negara, MoU hari ini sejalan dengan kebijakan strategis kedua negara antara lain Invested: Australia’s Southeast Asia Economic Strategy to 2040, Indonesia–Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA), serta Visi Indonesia Emas 2045.
Danantara Indonesia (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)