A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

BRI Cetak Laba Rp57,132 Triliun, Komitmen Dukung Asta Cita Pemerintah dan Fokus Perkuat Ekonomi Rakyat - Ntvnews.id

BRI Cetak Laba Rp57,132 Triliun, Komitmen Dukung Asta Cita Pemerintah dan Fokus Perkuat Ekonomi Rakyat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Feb 2026, 22:21
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Direktur Utama BRI Hery Gunardi beserta direksi bank BUMN tersebut dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan IV 2025 di Kantor Pusat BRI Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026. Direktur Utama BRI Hery Gunardi beserta direksi bank BUMN tersebut dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan IV 2025 di Kantor Pusat BRI Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026. (BRI)

Ntvnews.id, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berhasil menutup tahun 2025 dengan kinerja bisnis yang solid di tengah laju ekonomi global yang termoderasi. Perseroan membukukan laba sebesar Rp57,132 triliun yang ditopang oleh struktur pendanaan yang kuat, pertumbuhan kredit yang terjaga, hingga perbaikan kualitas aset secara berkelanjutan.

Capaian ini memperkuat peran BRI dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembiayaan produktif dan keberpihakan pada ekonomi kerakyatan.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan IV 2025 di Kantor Pusat BRI Jakarta, Kamis (26/02). Acara tersebut turut dihadiri Direktur Treasury & International Banking Farida Thamrin, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya, serta Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto.

Membuka paparannya, Hery menyampaikan bahwa di tengah ketidakpastian global, perekonomian domestik tetap resilien. Pertumbuhan ekonomi 2025 tercatat sekitar 5,1% dan diproyeksikan meningkat menjadi 5,2% pada 2026, ditopang kuatnya permintaan domestik. Inflasi Indonesia juga terkendali dalam kisaran target Bank Indonesia, yakni sekitar 2,9%, dan diperkirakan stabil pada 2026.

Baca Juga: BRI Gandeng IPB, Karier Dunia Perbankan Dikenalkan Lebih Dekat

“Secara keseluruhan, kombinasi inflasi yang terjaga, kebijakan moneter yang lebih longgar, dan ketahanan konsumsi domestik memberikan fondasi yang cukup kuat bagi ekonomi Indonesia ke depan,” ujar Hery.

Lebih lanjut, Hery menegaskan bahwa stabilitas makroekonomi dan kinerja positif perbankan menjadi fondasi kokoh bagi pertumbuhan berkelanjutan. Pertumbuhan DPK yang impresif, kualitas aset yang sehat, likuiditas yang kuat, rasio kredit bermasalah terjaga di level 2,05%, serta profitabilitas stabil memberikan ruang ekspansi industri perbankan pada 2026.

Berangkat dari fondasi tersebut, BRI mengambil peran strategis melalui dukungan terhadap berbagai program prioritas pemerintah, termasuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sepanjang Januari–Desember 2025, BRI menyalurkan KUR sebesar Rp178,08 triliun kepada 3,8 juta debitur. Sektor pertanian menjadi kontributor terbesar dengan Rp80,09 triliun atau 44,97% dari total penyaluran.

BRI juga memperluas akses pembiayaan perumahan melalui Program 3 Juta Rumah. Hingga akhir Desember 2025, KPR Subsidi yang disalurkan mencapai Rp16,16 triliun kepada lebih dari 118 ribu debitur. Untuk 2026, BRI optimistis menyalurkan FLPP sebanyak 60.000 unit rumah subsidi.

Baca Juga: Bank BRI Gelar Imlek Prosperity 2026 untuk Sambut Tahun Kuda Api dengan Pengalaman Eksklusif

Selain itu, BRI mendukung berbagai program strategis pemerintah lainnya seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), serta penyaluran bantuan sosial non-tunai seperti PKH, Sembako, Sembako Stimulus, dan BLTS Kesra.

Di tengah komitmen tersebut, BRI terus menjalankan transformasi terintegrasi melalui BRIVolution Reignite yang diluncurkan April 2025. Transformasi ini bertumpu pada dua pilar utama, yakni Transform the Funding Franchise serta Revamp Existing Core and Build New Core, yang didukung enam enabler utama.

Pada pilar Transform the Funding Franchise, BRI memperkuat dana murah (CASA) dan kapabilitas transaction banking melalui optimalisasi kanal digital seperti BRImo, BRILink, dan QRIS, serta penguatan business cluster dan peran Relationship Manager (RM).

Di segmen SME dan wholesale, QLola dikembangkan sebagai platform transaksi terintegrasi untuk cash management, trade finance, dan foreign exchange.

Baca Juga: BRI BO Bekasi HI Adakan Jumat Berkah di Ramadan

Sementara melalui Revamp Existing Core and Build New Core, BRI menjaga kekuatan bisnis inti mikro sekaligus mengembangkan sumber pertumbuhan baru seperti mortgage, auto loan, payroll, wealth management, serta penguatan ekosistem gadai emas.

Hingga akhir 2025, total aset BRI tumbuh 7,2% YoY menjadi Rp2.135 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 7,4% YoY menjadi Rp1.467 triliun, dengan rasio CASA meningkat signifikan hingga 70,6%. Cost of Fund membaik menjadi 2,9% dibanding 3,1% pada periode sebelumnya.

Kredit BRI tumbuh 12,3% YoY menjadi Rp1.521 triliun, melampaui pertumbuhan kredit perbankan nasional sebesar 9,6%. Rasio NPL tercatat 3,07%, sementara Loan at Risk (LaR) turun dari 10,7% menjadi 9,6%.

“Perbaikan fundamental kinerja BRI tersebut berdampak positif terhadap capaian laba perseroan. Hingga akhir Triwulan IV 2025 BRI berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp57,132 triliun,” tegas Hery.

Baca Juga: Dirut BRI: Akselerasi Kredit Butuh Penguatan Demand

Direktur Treasury & International Banking BRI Farida Thamrin menambahkan bahwa pertumbuhan aset 2025 didominasi pertumbuhan kredit dan pembiayaan sebesar Rp167 triliun YoY, terutama di segmen UMKM.

“Kedisiplinan dalam pengelolaan likuiditas terus menjadi fondasi utama bagi BRI dalam menjaga efisiensi biaya dana dan memastikan struktur dana pihak ketiga (pendanaan) yang optimal,” ujar Farida Thamrin.

Dari sisi permodalan, CAR BRI berada di level 23,52%, di atas ketentuan regulator. NPL Coverage tercatat 178,1%.

Holding Ultra Mikro (UMi) bersama Pegadaian dan PNM juga menunjukkan kinerja kuat. Hingga akhir 2025, Holding UMi menjangkau lebih dari 34,5 juta debitur aktif.

Baca Juga: BRI Kembali Gelar Program Desa BRILiaN 2026, Perkuat Implementasi Asta Cita Melalui Pemberdayaan Ekonomi Desa

“Hingga akhir Desember 2025, Holding UMi telah menjangkau lebih dari 34,5 juta debitur aktif, dengan total simpanan mikro mencapai lebih dari 187 juta rekening. Selain itu, layanan bullion dan aplikasi digital Tring dari Pegadaian juga turut memperkuat posisi BRI Group dalam ekosistem emas nasional. Hingga akhir Desember 2025 total simpanan emas dalam ekosistem ultra mikro BRI Group mencapai 17,1 ton atau tumbuh 65,5% YoY,” ucap Akhmad.

“Di saat yang bersamaan ekosistem holding ultra mikro BRI Group juga mencatat bahwa di sepanjang tahun 2025 sebanyak 1,4 juta debitur berhasil naik kelas, atau tumbuh 11,82% YoY,” papar Akhmad.

Di sisi digital, BRImo mencatat 45,9 juta pengguna (tumbuh 18,9% YoY) dengan nilai transaksi Rp7.057 triliun (naik 26,1% YoY). QLola mencatat volume transaksi Rp13.456 triliun (tumbuh 36,2% YoY). Volume merchant naik 48,1% menjadi Rp223,2 triliun, sementara QRIS tumbuh 100% YoY menjadi Rp85,6 triliun.

Baca Juga: Potret BRI KC Mabes TNI Cilangkap Berbagi

Dalam aspek keberlanjutan, hingga Desember 2025 portofolio Pembiayaan Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS) mencapai Rp718,7 triliun atau 53,5% dari total pinjaman. Pembiayaan KUBL mencapai Rp93,2 triliun atau 7,1% dari total pinjaman.

"Secara keseluruhan, pendekatan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan di BRI tidak hanya berorientasi pada pemenuhan regulasi, tetapi telah menjadi bagian integral dari strategi pertumbuhan Bank. Integrasi tersebut memperkuat ketahanan bisnis, memperluas akses pembiayaan yang bertanggung jawab, serta memberikan nilai tambah sosial dan lingkungan bagi seluruh stakeholders,” tutur Aquarius.

Menutup paparannya, Hery menegaskan komitmen BRI untuk terus tumbuh bersama rakyat.

“BRI tidak hanya mengejar pertumbuhan bisnis, tetapi memastikan setiap pertumbuhan memberikan dampak nyata bagi rakyat. Dengan fondasi yang kuat dan transformasi yang konsisten, kami optimistis dapat terus tumbuh bersama rakyat untuk Indonesia,” tutup Hery Gunardi.

x|close