Bank Indonesia Catat Uang Primer Capai Rp2.396,5 Triliun per Maret 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Apr 2026, 16:30
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi Rupiah/Ist Ilustrasi Rupiah/Ist

Ntvnews.id, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi uang primer atau M0 tumbuh per akhir Maret 2026.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan posisi uang primer per akhir Maret mencapai Rp2.396,5 triliun atau tumbuh 16,8 persen secara tahunan (yoy).

"Uang Primer (M0) Adjusted pada Maret 2026 tumbuh 16,8 persen (yoy), melanjutkan pertumbuhan pada Februari 2026 sebesar 18,3 persen (yoy) sehingga tercatat sebesar Rp2.396,5 triliun," ucapnya dalam keterangan tertulis, Rabu 8 April 2026.

Adapun perkembangan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted sebesar 41,8 persen (yoy) dan uang kartal yang diedarkan sebesar 8,6 persen (yoy). 

Baca juga: BI Catat Uang Primer Desember 2025 Tumbuh Double Digit, Tembus Rp2.367,8 Triliun

Baca juga: Purbaya: Uang Tabungan Pemerintah di Bank Indonesia Masih Rp120 Triliun

"Berdasarkan faktor yang memengaruhinya, pertumbuhan M0 Adjusted telah mempertimbangkan dampak pemberian insentif likuiditas (pengendalian moneter adjusted)," lanjutnya.

Uang primer adjusted menggambarkan perkembangan uang primer yang telah mengisolasi dampak penurunan giro bank di Bank Indonesia akibat pemberian insentif likuiditas. 

Mulai Januari 2025, Bank Indonesia melakukan penyesuaian perhitungan M0 adjusted untuk memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai perkembangan uang primer dan pengaruh dari kebijakan likuiditas yang dilakukan oleh Bank Indonesia.

x|close