A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Purbaya: Keraguan World Bank-S&P terhadap Strategi Fiskal RI Hilang - Ntvnews.id

Purbaya: Keraguan World Bank-S&P terhadap Strategi Fiskal RI Hilang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Apr 2026, 20:12
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melanjutkan rangkaian agenda internasionalnya di Washington DC, Amerika Serikat. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melanjutkan rangkaian agenda internasionalnya di Washington DC, Amerika Serikat.

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bertemu dengan Managing Director International Monetary Fund (IMF) Kristalina Georgieva dalam rangkaian agenda internasionalnya di Washington DC, Amerika Serikat (AS).

Dalam pertemuan dengan IMF, Kristalina Georgieva menyoroti bahwa ketidakpastian global masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan, antara lain dipicu oleh ketegangan geopolitik dan dinamika harga energi.

Menanggapi hal tersebut, Menkeu menegaskan bahwa Indonesia memiliki kondisi fiskal yang solid dan bantalan anggaran yang memadai.

“IMF tidak memiliki otoritas untuk mengurangi ketidakpastian global, namun menyediakan dukungan bagi negara yang membutuhkan. Indonesia tidak termasuk, karena kondisi fiskal kita kuat dengan bantalan anggaran sekitar Rp420 triliun,” ucap Purbaya, Rabu, 15 April 2026.

Baca juga: Purbaya Temui Investor BlackRock Cs di AS, Jawab Langsung Keraguan Soal Indonesia

Lebih lanjut, Menkeu menyampaikan bahwa Indonesia telah melakukan penyesuaian kebijakan sejak akhir tahun lalu, sehingga mampu menyerap berbagai tekanan eksternal, termasuk lonjakan harga minyak akibat konflik global.

“Kami mampu menyerap shock yang terjadi. IMF melihat kondisi ekonomi Indonesia secara positif, meskipun mereka tidak memberikan perlakuan khusus kepada negara tertentu,” tambahnya.

Dalam pertemuan dengan World Bank dan S&P Global Ratings, Menkeu juga memperoleh penilaian positif terhadap strategi fiskal pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.

“Bank Dunia dan lembaga rating menyampaikan kepuasan atas strategi yang kami paparkan. Keraguan terhadap kemampuan Indonesia menjaga disiplin fiskal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kini semakin berkurang,” tegasnya.

Baca juga: Temui Investor AS, Purbaya Tegaskan Fundamental Ekonomi RI Kuat

Ke depan, Bank Dunia juga menyatakan minat untuk memperdalam kerja sama dengan Indonesia, khususnya dalam mendukung pembangunan jangka panjang, pengentasan kemiskinan, serta pembiayaan proyek strategis di negara berkembang.

Adapun beberapa Investor Global yang hadir pada saat investor meetings di Washington DC diantaranya Fidelity, GSAM (Goldman Sachs Asset Management), Eaton Vance, dan MFS.

x|close