Diskusi Komdigi dan Roblox Masih Terus Berlanjut soal Kepatuhan PP Tunas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Apr 2026, 19:59
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dalam konferensi pers kelanjutan PP Tunas di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Rabu (22/4/2026). (ANTARA/Livia Kristianti) Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dalam konferensi pers kelanjutan PP Tunas di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Rabu (22/4/2026). (ANTARA/Livia Kristianti) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyampaikan bahwa pembahasan antara pemerintah Indonesia dan platform digital Roblox masih terus berlangsung terkait pemenuhan komitmen menciptakan ruang digital yang aman bagi anak-anak, sejalan dengan penerapan Peraturan Pemerintah (PP) Tunas.

Ia menjelaskan bahwa komunikasi yang intens masih dilakukan, dan pemerintah berharap kepatuhan penuh Roblox terhadap regulasi tersebut dapat segera diumumkan.

"Roblox masih berkomunikasi dan mudah-mudahan dalam waktu dekat kita juga bisa melihat kepatuhan yang sama," kata Meutya dalam konferensi pers perkembangan kepatuhan platform digital terhadap PP Tunas di Kantor Kemkomdigi, Jakarta, Rabu, 22 April 2026.

Baca Juga: Menkomdigi Desak TikTok dan Roblox Patuhi Pembatasan Usia 16 Tahun

Dalam perkembangan terbaru, YouTube menjadi salah satu platform yang telah menyatakan komitmen penuh terhadap implementasi PP Tunas, bergabung dengan enam platform lain yang sebelumnya sudah lebih dulu menyatakan kepatuhan. Kebijakan tersebut mencakup pembatasan akses layanan bagi pengguna di bawah usia 16 tahun.

YouTube juga telah memperbarui ketentuan komunitasnya, termasuk penegasan bahwa akun pengguna di bawah usia 16 tahun tidak akan diaktifkan. Dalam halaman bantuan YouTube di Indonesia disebutkan bahwa “Jika Anda berusia di bawah 16 tahun di Indonesia, akses ke akun Anda di YouTube mungkin akan dinonaktifkan”.

Dengan bergabungnya YouTube dalam kepatuhan penuh terhadap PP Tunas, saat ini hanya Roblox yang belum menyatakan komitmen penuh dari delapan platform digital yang terlibat dalam implementasi awal kebijakan tersebut.

Sebelumnya, pada Selasa, 14 April 2026, Roblox telah melakukan sejumlah penyesuaian dengan menghadirkan fitur Roblox Kids dan Roblox Select sebagai bentuk pengelompokan usia pengguna. Roblox Kids diperuntukkan bagi anak usia 5–12 tahun yang telah melalui proses verifikasi usia berbasis teknologi, sedangkan Roblox Select ditujukan untuk pengguna berusia 13–15 tahun.

Baca Juga: Meutya Hafid: Roblox dan YouTube Belum Patuh PP Tunas

Meski demikian, Kementerian Komunikasi dan Digital menilai langkah tersebut belum sepenuhnya memenuhi ketentuan PP Tunas, karena platform tersebut masih memungkinkan adanya interaksi dengan pengguna asing yang tidak dikenal.

Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan bahwa aspek tersebut menjadi perhatian utama, terutama karena adanya permintaan dari orang tua di Indonesia untuk pembatasan yang lebih ketat terhadap interaksi daring anak.

“Meskipun sudah melakukan adjustment (penyesuaian) yang cukup banyak, kami belum dapat menerima proposal dari Roblox untuk menyatakan bahwa Roblox telah mematuhi (PP Tunas). Jadi artinya belum, kita tetap menilai bahwa ini belum ada kepatuhan terhadap PP Tunas,” kata Meutya pada Selasa, 14 April 2026 di Kemkomdigi.

(Sumber: Antara)

x|close