A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

BRI Optimistis Dorong Pertumbuhan Kredit 7–9 Persen dengan Fundamental Keuangan Kuat - Ntvnews.id

BRI Optimistis Dorong Pertumbuhan Kredit 7–9 Persen dengan Fundamental Keuangan Kuat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Apr 2026, 22:12
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Gedung PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) di Jakarta. ANTARA/HO-BRI Ilustrasi - Gedung PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) di Jakarta. ANTARA/HO-BRI (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyatakan kesiapannya untuk mendorong pertumbuhan kredit pada kisaran 7–9 persen secara tahunan (year on year/yoy) sepanjang tahun ini. Target tersebut ditopang oleh kondisi likuiditas dan permodalan yang dinilai solid.

Direktur Finance & Strategy BRI, Achmad Royadi, menjelaskan bahwa proyeksi tersebut mencerminkan keyakinan perseroan terhadap prospek ekonomi domestik, terutama pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi fokus utama bisnis BRI.

"Dengan likuiditas dan permodalan yang solid, BRI memiliki ruang yang cukup untuk terus mendorong ekspansi kredit secara selektif dan berkualitas, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian," kata Achmad dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 23 April 2026.

BRI juga menegaskan komitmennya untuk terus memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham sekaligus menjaga keberlanjutan kinerja bisnis jangka panjang.

Baca Juga: Kredit Nasional Tumbuh 10,42 Persen di Awal 2026, UMKM Masih Tertekan

Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026, perseroan menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp52,1 triliun atau Rp346 per saham untuk tahun buku 2025. Nilai tersebut telah mencakup dividen interim sebesar Rp137 per saham atau Rp20,6 triliun yang telah dibayarkan pada 15 Januari 2026.

Pembagian dividen tersebut mengacu pada kinerja laba konsolidasian tahun buku 2025 yang mencapai Rp57,132 triliun, dengan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp56,65 triliun.

Achmad menilai bahwa kombinasi antara pembagian dividen yang optimal dan fundamental keuangan yang kuat menunjukkan kemampuan perseroan dalam menjaga keseimbangan antara penciptaan nilai bagi pemegang saham dan pertumbuhan bisnis berkelanjutan.

Hingga akhir Desember 2025, total ekuitas BRI tercatat sebesar Rp330,9 triliun atau tumbuh 2,4 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini didukung oleh konsistensi dalam menghasilkan laba bersih, meskipun tetap melakukan distribusi dividen sepanjang tahun berjalan.

Baca Juga: BRI Kantongi Laba Rp60,64 Triliun, Kredit UMKM Tembus Rp1.110 Triliun pada 2024

Dari sisi likuiditas, BRI mencatat rasio yang kuat dengan liquidity coverage ratio (LCR) sebesar 136,9 persen dan net stable funding ratio (NSFR) sebesar 117,7 persen. Kondisi ini mencerminkan kemampuan perseroan dalam menjaga kecukupan likuiditas serta stabilitas pendanaan untuk mendukung ekspansi bisnis.

Sementara itu, dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) BRI tercatat sebesar 26,63 persen secara konsolidasi dan 23,52 persen untuk entitas bank saja, jauh melampaui ketentuan regulator.

Dengan kondisi tersebut, perseroan menilai masih memiliki ruang yang luas untuk melakukan ekspansi secara terukur dan berkelanjutan.

(Sumber: Antara)

 

x|close