Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.211 per Dolar AS di Awal Pekan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Apr 2026, 11:09
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pegawai menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Bank Syariah Indonesia, Tangerang Selatan, Banten. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj. Pegawai menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Bank Syariah Indonesia, Tangerang Selatan, Banten. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj. (Antara)


Ntvnews.id
, Jakarta - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Senin 27 April 2026 , menguat 18 poin atau 0,10 persen menjadi Rp17.211 dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.229 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan nilai tukar rupiah pada Senin, diprediksi melemah seiring kegagalan negosiasi damai antara AS dengan Iran.

“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS seiring gagalnya putaran kedua negosiasi perdamaian AS–Iran, yang mendorong kenaikan harga minyak mentah dan menguatkan dolar AS,” katanya, Senin 26 April 2026.

Mengutip Anadolu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan pihaknya tidak akan berunding di bawah tekanan, ancaman, atau blokade. Titik temu dan lingkungan kondusif dinilai menjadi syarat utama bagi dialog yang efektif.

Baca juga: Rupiah Tertekan Dolar AS, Purbaya: Bukan Tanda Memburuknya Ekonomi

Menurut Pezeshkian, pengalaman negosiasi sebelumnya justru memperdalam ketidakpercayaan publik di Iran karena dialog berlangsung bersamaan dengan sanksi, tekanan, dan blokade.

Ia menegaskan prasyarat penting untuk menyelesaikan perselisihan, yaitu menghentikan sikap bermusuhan dan jaminan hal itu tidak terulang lagi.

Utusan Khusus Presiden AS Steve Witkoff dan Jared Kushner sebelumnya dijadwalkan berangkat pada Sabtu (25/4), tetapi sejumlah laporan menyebutkan bahwa delegasi Iran telah lebih dulu meninggalkan Pakistan.


Sementara itu, sentimen dari domestik pada umumnya masih lemah terkait kondisi defisit anggaran dan Bank Indonesia (BI) yang belum memberikan sinyal untuk menaikkan suku bunga.

Baca juga: Bos BI Tegaskan Rupiah Telah Undervalued di Tengah Tekanan Global

“Walau demikian, seperti yg disampaikan pada hari Kamis (23/4), BI akan meningkatkan intensitas intervensi untuk mendukung rupiah,” ucap Lukman.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, kurs rupiah diprediksi akan berada pada kisaran Rp17.100-Rp17.200 per dolar AS. (Sumber:Antara)

x|close