Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menyampaikan bahwa tim Ekspedisi Patriot telah melakukan riset dan pemetaan di 154 kawasan transmigrasi.
Hasil tersebut menjadi dasar penting untuk mendorong perubahan paradigma transmigrasi, dari sekadar perpindahan penduduk menjadi penciptaan pusat pertumbuhan ekonomi baru.
"Tim Ekspedisi Patriot tahun 2025 mengenai hasil riset dan pemetaan potensi ekonomi di 154 kawasan transmigrasi. Ini adalah salah satu bentuk transformasi transmigrasi, bahwa transmigrasi hari ini tidak lagi hanya sekadar dianggap sebagai perpindahan penduduk, tapi bagaimana menciptakan pertumbuhan ekonomi baru di kawasan-kawasan transmigrasi," ucap Iftitah usai rapat pleno hasil reviu Tim Ekspedisi Patriot 2025, Rabu 29 April 2026.
Adapun Kementrans menggandeng berbagai perguruan tinggi diantaranya Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Baca juga: Kementrans Gandeng Unpad Kembangkan Industrialisasi Ubi Jalar di Kawasan Transmigrasi
Kini bertambah dengan masuknya Universitas Airlangga (Unair), Universitas Brawijaya, dan Universitas Hasanuddin (Unhas).
Dari hasil evaluasi, pemerintah menemukan sejumlah tantangan utama di kawasan transmigrasi, mulai dari keterbatasan infrastruktur hingga belum optimalnya pengembangan produk unggulan.
Namun, beberapa hasil mulai terlihat, salah satunya ekspor durian dari kawasan transmigrasi di Parigi Moutong ke Tiongkok.
"Durian di kawasan transmigrasi yang ada di Parigi Moutong. Dulu itu durian entah mau diapakan begitu. Nah sekarang dengan adanya pemetaan potensi ekonomi, kita sudah mulai mengirim ekspor durian ke Tiongkok. Itu adalah salah satu contoh bentuk konkret," bebernya.
Selain sektor pertanian, potensi lain juga ditemukan, termasuk sumber daya energi. Pemerintah mencatat adanya potensi 13 sumur minyak baru di Kalimantan Timur.
Baca juga: Mentrans Lepas Ekspor 459 Ton Durian Parigi Moutong Senilai Rp42,5 Miliar ke China
Dalam waktu dekat, Mentrans akan bertemu dengan SKK Migas untuk membahas tindak lanjut temuan tersebut.
"Di kawasan transmigrasi itu ada juga potensi selain pertanian, misalkan minyak. Insyaallah minggu depan saya akan bertemu dengan Kepala SKK Migas karena ada ditemukan potensi sumur baru, ada 13 minyak yang ada di Kalimantan Timur," ungkap Mentrans.
"Nah, ternyata sebelumnya 79 sumur sudah dioperasionalkan. Nah kita ingin bagaimana bukan hanya para transmigran tapi masyarakat lokal itu juga mendapatkan manfaat dari ekosistem tambang yang ada di sana misalkan," sambungnya.
Ia menegaskan, pengelolaan potensi ini harus memberikan manfaat tidak hanya bagi transmigran, tetapi juga masyarakat lokal di sekitar kawasan.
"Kita ingin bagaimana bukan hanya para transmigran tapi masyarakat lokal itu juga mendapatkan manfaat dari ekosistem tambang yang ada di sana misalkan," bebernya.
Dalam kesempatan tersebut, Mentrans menyebut, kehadiran Tim Ekspedisi Patriot di lapangan turut menjawab kebutuhan masyarakat akan pendampingan.
"Saya banyak mendapatkan laporan juga bahwa kita bersyukur kehadiran tim Ekspedisi Patriot di kawasan-kawasan transmigrasi sendiri mengobati kerinduan masyarakat lokal akan hadirnya negara dan pemerintah," tandasnya.
Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menyampaikan bahwa tim Ekspedisi Patriot telah melakukan riset dan pemetaan di 154 kawasan transmigrasi. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)