Ntvnews.id, Moskow - Rusia akan memberlakukan gencatan senjata sementara bertepatan dengan peringatan Hari Kemenangan mulai 8 Mei hingga 10 Mei 2026 berdasarkan keputusan Presiden Rusia Vladimir Putin. Selama periode tersebut, seluruh pasukan Rusia di zona operasi militer khusus diperintahkan menghentikan aktivitas tempur.
Pemerintah Rusia menyatakan, Jumat, 8 Mei 2026, penghentian operasi mencakup serangan pasukan rudal dan artileri, penggunaan senjata presisi jarak jauh, hingga pengoperasian drone serang yang selama ini diarahkan ke posisi militer serta infrastruktur industri pertahanan Ukraina di wilayah pedalaman.
Baca Juga: Serangan Udara Rusia Tewaskan 17 Warga di Ukraina, Puluhan Luka-luka
Moskow juga menyerukan agar Ukraina melakukan langkah serupa dengan menghentikan seluruh aktivitas militer selama masa gencatan senjata berlangsung. Rusia menyebut penghentian sementara operasi tempur itu dilakukan untuk menjaga situasi tetap kondusif selama rangkaian perayaan Hari Kemenangan di negara tersebut.
Namun demikian, Rusia memperingatkan akan memberikan respons militer apabila pasukan Ukraina melanggar kesepakatan gencatan senjata atau melancarkan serangan ke kota maupun fasilitas strategis Rusia. Pemerintah Rusia menegaskan pasukannya siap melakukan balasan jika terjadi provokasi selama periode penghentian sementara pertempuran.
Baca Juga: Rusia Gempur Sejumlah Kota Ukraina Jelang Gencatan Senjata
Selain itu, Rusia juga memperingatkan akan menyerang Ukraina apabila terdapat upaya mengganggu jalannya perayaan Hari Kemenangan di Moskow. Pemerintah Rusia bahkan meminta warga di ibu kota Ukraina, Kyiv, serta para diplomat asing untuk meninggalkan kota lebih awal sebagai langkah antisipasi keamanan.
(Sumber: Antara)
Arsip - Foto suasana sekitar Kremlin di Moskow, Rusia, Kamis (10/3/2022). (ANTARA/Xinhua/Bai Xueqi/aa.) (Antara)