Rano Karno Pastikan Anggaran Pendidikan dan Kesehatan DKI Tetap Aman Meski APBD Dipangkas Rp15 Triliun

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Mei 2026, 19:00
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Rano Karno Rano Karno (Pemprov DKI)

Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menyampaikan bahwa anggaran pendidikan dan kesehatan tidak akan dikurangi meskipun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jakarta mengalami pengurangan hampir Rp15 triliun.

Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Forum Orientasi Penerima Baru Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) Tahap II di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka atau UHAMKA, Ciracas, Jakarta Timur, Jumat, 8 Mei 2026.

Menurut Rano, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap berkomitmen menjaga akses pendidikan dan layanan kesehatan masyarakat.

"APBD Jakarta berkurang hampir Rp15 triliun, tetapi anggaran pendidikan dan kesehatan tidak akan pernah dikurangi. Ini bentuk komitmen kami untuk memastikan akses pendidikan tetap terjaga," ucapnya.

Baca Juga: APBD DKI 2026 Turun Jadi Rp79,06 Triliun Imbas Dana Transfer ke Daerah Dipangkas

Ia menilai pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting untuk menciptakan generasi muda yang unggul dan berdaya saing tinggi.

"Pendidikan adalah jalan untuk membuka kesempatan, memperluas harapan, dan mempersiapkan masa depan yang jauh lebih baik bagi generasi muda Jakarta. Karena itu, di tengah berbagai tantangan global, Pemprov DKI Jakarta tetap menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama, salah satunya melalui keberlanjutan program KJMU," terangnya.

Pada 2026, program KJMU menjangkau 16.979 mahasiswa pada tahap pertama dan 16.920 mahasiswa pada tahap kedua di berbagai perguruan tinggi di Jakarta. Di UHAMKA, penerima KJMU tercatat lebih dari 2.000 mahasiswa, termasuk tambahan 93 penerima baru pada tahap kedua.

Baca Juga: Pramono Anung Ungkap APBD DKI Surplus Rp14,43 Triliun

Menurut Wagub Rano, KJMU tidak hanya membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan tinggi, tetapi juga mendorong pengembangan diri, membangun kepercayaan diri, dan menyiapkan generasi muda menghadapi persaingan di masa depan.

"Kesempatan ini perlu dijaga dengan semangat belajar, integritas, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Manfaatkan forum orientasi ini sebagai ruang untuk belajar, membangun jejaring, bertukar pengalaman, sekaligus memperkuat kebersamaan antarpenerima KJMU," tuturnya.

Selain KJMU, Pemprov DKI Jakarta juga menjalankan program pemutihan ijazah bagi warga yang terkendala mengambil ijazah akibat keterbatasan ekonomi. Hingga kini, hampir 7.000 ijazah telah diputihkan.

Rano berharap seluruh penerima KJMU dapat menyelesaikan studi tepat waktu, memanfaatkan kesempatan pendidikan dengan sebaik-baiknya, serta meneladani semangat perjuangan Buya Hamka sebagai tokoh bangsa dan inspirasi dunia pendidikan.

TERKINI

Istri Netanyahu Suka Teriak-teriak hingga Hina ART

Luar Negeri Selasa, 11 Agu 2026 | 09:20 WIB

Kemenlu Pastikan Seluruh WNI di Kolombia Aman Usai Gempa M 7,4

Luar Negeri Selasa, 11 Agu 2026 | 09:19 WIB

Calon Senator Muslim AS Sindir Trump

Luar Negeri Selasa, 11 Agu 2026 | 09:18 WIB

Hujan Deras Berhari-hari di Filipina, 16 Orang Tewas

Luar Negeri Selasa, 11 Agu 2026 | 09:10 WIB

Israel Tutup Desa Kristen di Tepi Barat Palestina

Luar Negeri Selasa, 11 Agu 2026 | 09:05 WIB

Prabowo Bakal Buka Muktamar ke-35 NU di Jombang 27 Agustus

Nasional Selasa, 11 Agu 2026 | 09:04 WIB

Modus-modus SMS Pinjaman Online Cepat Cair yang Bodong

News Selasa, 11 Agu 2026 | 09:03 WIB

Kerangka Wanita Hamil Berusia 9.000 Tahun Ditemukan

Luar Negeri Selasa, 11 Agu 2026 | 08:55 WIB
Load More

HIGHLIGHT

x|close