Pramono Bareng Gibran Tinjau Proyek MRT Fase 2A

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Mei 2026, 12:08
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Gibran dan Pramono Anung Gibran dan Pramono Anung (Pemprov DKI)

Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung progres pembangunan MRT Jakarta fase 2A di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat, Selasa, 12 Mei 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Pramono optimistis jalur MRT Utara-Selatan hingga Harmoni dapat mulai beroperasi pada akhir 2027. Peninjauan proyek juga dihadiri Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi dan jajaran direksi MRT Jakarta. Rombongan terlebih dahulu mengecek lokasi konstruksi di kawasan Sawah Besar sebelum melanjutkan inspeksi ke Harmoni dan Duta Merlin.

"Pagi ini saya mendampingi Bapak Wakil Presiden dan juga hadir Bapak Menteri Perhubungan untuk melakukan mengecek progres fase 2A untuk MRT Utara-Selatan. Tadi kita turun di Sawah Besar, kemudian ke Harmoni ke Duta Merlin," ucap Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.

Pramono mengungkapkan, progres pembangunan MRT fase 2A saat ini telah mencapai 59,7 persen. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan tahap commissioning atau uji coba dimulai pada pertengahan 2027.

Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta <b>(NTVNews.id/Adiansyah)</b> Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta (NTVNews.id/Adiansyah)

Sementara itu, operasional jalur hingga kawasan Harmoni ditargetkan mulai berjalan paling lambat pada akhir 2027.

"Kalau dilihat secara keseluruhan progresnya sekarang ini sudah 59,7% dan sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Bapak Dirut MRT beberapa waktu yang lalu, mulai 2027 pertengahan kita akan commissioning, kemudian operasi sampai dengan apa, Harmoni, itu akan dilakukan sampai akan dilakukan di akhir paling lama akhir 2027," imbuhnya.

Adapun pembangunan jalur lanjutan hingga Kota Tua ditargetkan selesai pada akhir 2029. Dengan rampungnya proyek tersebut, maka jalur utama MRT Utara-Selatan sepanjang 22,2 kilometer akan tersambung sepenuhnya.

Selain fokus pada MRT fase 2A, Pemprov DKI Jakarta juga terus mempercepat pengembangan MRT Timur-Barat. Saat ini, proses pembangunan masih berada pada tahap pembebasan lahan, penetapan trase, serta penentuan titik-titik pembangunan.

Pramono berharap segmen pertama MRT Timur-Barat dapat mulai dinikmati masyarakat pada 2030 apabila seluruh tahapan berjalan lancar.

"Dan Pemerintah DKI Jakarta sekarang ini sedang melanjutkan progres untuk MRT Timur-Barat. Di beberapa segmen sedang pembebasan lahan, penetapan trase, penentuan titik-titik dan sebagainya. Dan mudah-mudahan kalau ini berjalan lancar segmen pertama mudah-mudahan di tahun 2030 bisa kita nikmati untuk Barat-Timur," ungkapnya.

Gibran bareng Pramono tinjau Proyek MRT Fase 2A <b>(Pemprov DKI)</b> Gibran bareng Pramono tinjau Proyek MRT Fase 2A (Pemprov DKI)

Dalam kunjungannya, Pramono turut menyoroti proses konstruksi di stasiun Sawah Besar dan Mangga Besar yang disebut menjadi titik terdalam proyek MRT, yakni mencapai sekitar 28 meter di bawah permukaan tanah.

Menurutnya, kompleksitas pembangunan di lokasi tersebut jauh lebih tinggi dibanding area lainnya. Namun ia mengaku bangga karena seluruh pekerjaan dikerjakan oleh tenaga kerja lokal.

"Dan kami tadi melihat itu dan yang menggembirakan 3.800 orang yang bekerja di sana semuanya adalah Indonesia. Sehingga dengan demikian ini membuktikan bahwa putra-putri terbaik kita kalau diberikan kesempatan bisa memberikan hasil yang luar biasa," imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, kata Pramono menyampaikan apresiasi atas perkembangan proyek MRT fase 2A yang dinilai berjalan cukup baik dan rapi.

Pramono mengatakan, Gibran merasa puas karena progres pembangunan terus menunjukkan perkembangan signifikan dibanding kunjungan sebelumnya.

"Secara keseluruhan beliau menyampaikan rasa gembira dan puas karena beliau juga sudah pernah melihat sebelumnya. Progresnya cukup bagus dan apalagi terowongannya cukup rapi, semua sekali lagi dikerjakan oleh putra-putri Indonesia. Ini menunjukkan bahwa kita memang mampu untuk itu. Yang paling penting adalah kualitasnya harus tetap terjaga," terang Pramono.

x|close