Kepala BGN Nanik Deyang Libatkan Wakil dalam Pengawasan Anggaran, Fokus Efisiensi Program MBG

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Jun 2026, 19:38
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang menegaskan komitmennya untuk menerapkan tata kelola keuangan yang ketat dengan melibatkan pengawasan langsung dari Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari dalam setiap keputusan terkait penggunaan anggaran.

Pernyataan tersebut disampaikan Nanik usai dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin, 8 Juni 2026. Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga melantik Agustina Arumsari dan Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.

"Saya tidak akan mengambil keputusan apa pun berkait pengeluaran duit bila Bu Sari tidak oke," kata Nanik.

Menurut Nanik, Agustina akan memegang peran penting dalam pengawasan keuangan lembaga. Penunjukan tersebut dinilai sejalan dengan pengalaman dan kompetensinya di bidang audit serta pengelolaan keuangan negara.

Sebelum dipercaya menduduki jabatan Wakil Kepala BGN, Agustina diketahui menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Baca Juga: Ditunjuk Jadi Wakil Kepala BGN, Mayjen Trenggono Pilih Pensiun Dini dari TNI

"(Agustina Arumari) sehari-hari akan memelototi saya dalam hal keuangan. Dengan teliti, dengan benar," katanya.

Sementara itu, Wakil Kepala BGN lainnya, Trenggono, akan difokuskan untuk membantu pengembangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Nanik menilai pengalaman Trenggono yang berasal dari latar belakang militer akan menjadi nilai tambah dalam memperluas jangkauan program pemerintah tersebut.

"Dia juga akan melindungi saya, ikut nanti menggarap dapur-dapur di 3T dan juga kawasan-kawasan yang belum teritorial yang belum terbangun," katanya.

Nanik juga menegaskan bahwa kepemimpinannya di BGN akan diarahkan untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat melalui berbagai langkah efisiensi anggaran.

Meski demikian, ia memastikan upaya penghematan tersebut tidak akan mengurangi target maupun tujuan utama program yang telah ditetapkan pemerintah.

"Kami concern pada efisiensi anggaran. Agar bisa tidak membebani anggaran negara pada saat ini, tetapi dengan tidak mengubah target," katanya.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang <b>(NTVnews)</b> Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang (NTVnews)

Salah satu kebijakan yang segera diterapkan adalah penghentian sementara pendaftaran dan pembangunan dapur MBG baru. Langkah tersebut dilakukan agar BGN dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap ribuan dapur yang telah beroperasi saat ini.

Menurut Nanik, evaluasi diperlukan untuk mengetahui apakah kapasitas dapur yang ada sudah sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat atau justru berlebihan di sejumlah wilayah.

"Jadi per hari ini jumlahnya titik dapur yang operasional berdasarkan virtual account itu 27.877. Kita hentikan dulu ke situ. Kita akan tata. Kita tata apakah dapur ini melayani, ini sudah bisa melayani sebetulnya dengan penerima manfaat yang ada atau sebetulnya malah kelebihan," katanya.

Melalui langkah tersebut, BGN berharap dapat meningkatkan efektivitas pelaksanaan program MBG sekaligus memastikan penggunaan anggaran negara berlangsung lebih efisien dan tepat sasaran.

x|close