A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Proyek MRT Jakarta Fase 2A Capai 59,7 Persen - Ntvnews.id

Proyek MRT Jakarta Fase 2A Capai 59,7 Persen

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Mei 2026, 12:02
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta (NTVNews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan progres pembangunan MRT Jakarta Fase 2A rute Bundaran HI-Kota Tua kini telah mencapai 59,7 persen. Proyek transportasi massal tersebut ditargetkan mulai beroperasi hingga Harmoni pada akhir 2027.

Pernyataan itu disampaikan Pramono usai melakukan peninjauan langsung proyek MRT bersama Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di sejumlah titik pembangunan, mulai dari Sawah Besar, Harmoni, hingga kawasan Duta Merlin, Jakarta Pusat.

"Mengecek progres fase 2A untuk MRT Utara-Selatan. Tadi kita turun di Sawah Besar, kemudian ke Harmoni ke Duta Merlin," ucapnya di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.

Pramono menjelaskan, berdasarkan laporan terbaru dari manajemen MRT Jakarta, tahap commissioning atau uji coba proyek MRT Fase 2A akan dimulai pada pertengahan 2027. Setelah proses tersebut selesai, jalur MRT hingga kawasan Harmoni ditargetkan mulai beroperasi paling lambat pada akhir 2027.

"Mulai 2027 pertengahan kita akan commissioning, kemudian operasi sampai dengan apa, Harmoni, itu akan dilakukan sampai akan dilakukan di akhir paling lama akhir 2027," jelasnya.

Sementara itu, pembangunan jalur lanjutan hingga kawasan Kota Tua direncanakan rampung pada akhir 2029. Jika seluruh proyek selesai sesuai target, maka jalur utama MRT Utara-Selatan sepanjang 22,2 kilometer akan tersambung sepenuhnya.

Gibran dan Pramono Anung <b>(Pemprov DKI)</b> Gibran dan Pramono Anung (Pemprov DKI)

Baca Juga: Pramono Tinjau Pengolahan Sampah Organik di Pasar Kramat Jati

Selain proyek MRT Utara-Selatan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga tengah mempercepat persiapan pembangunan MRT Timur-Barat.

Saat ini, sejumlah tahapan seperti pembebasan lahan, penetapan trase, hingga penentuan titik pembangunan masih terus berjalan.

Pramono berharap segmen pertama MRT Timur-Barat dapat mulai digunakan masyarakat pada tahun 2030 apabila seluruh proses berjalan lancar.

"Dan mudah-mudahan kalau ini berjalan lancar segmen pertama mudah-mudahan di tahun 2030 bisa kita nikmati untuk Barat-Timur," imbuhnya.

Dalam peninjauan tersebut, Pramono juga menyoroti pembangunan stasiun Sawah Besar dan Mangga Besar yang menjadi titik konstruksi terdalam dalam proyek MRT Fase 2A.

Kedua stasiun itu dibangun hingga kedalaman sekitar 28 meter di bawah permukaan tanah, sehingga proses konstruksinya dinilai lebih kompleks dibanding lokasi lainnya. Meski begitu, Pramono mengaku bangga karena seluruh pengerjaan proyek melibatkan tenaga kerja lokal Indonesia.

"Dan kami tadi melihat itu dan yang menggembirakan 3.800 orang yang bekerja di sana semuanya adalah Indonesia," ungkap Pramono.

x|close