Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Sosial menargetkan dimulainya proses pembelajaran Sekolah Rakyat untuk tahun ajaran 2026–2027 pada Juli mendatang. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebutkan, pada tahun ini pemerintah menyiapkan kuota tambahan bagi 32 ribu siswa baru.
Dengan tambahan tersebut, jumlah peserta didik Sekolah Rakyat diproyeksikan melampaui 46 ribu siswa secara nasional, setelah sebelumnya program itu telah menampung lebih dari 15 ribu siswa.
“Penyelenggaraan sekolah rakyat di tahun 2026-2027 insyaallah akan kita mulai pembelajarannya pada bulan Juli yang akan datang dengan alokasi siswa mencapai 32.000 untuk tahun ini,” kata Gus Ipul di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 12 Mei.
Gus Ipul menyampaikan hal tersebut sebelum melaporkan tiga agenda utama Kementerian Sosial kepada Presiden Prabowo Subianto. Ketiga agenda itu meliputi pemutakhiran data sosial, penyaluran bantuan sosial tepat sasaran, serta pengembangan program Sekolah Rakyat.
Baca Juga: Kemensos dan Kementerian PKP Renovasi 10 Ribu Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat
Menurutnya, pembaruan data menjadi aspek penting agar bantuan sosial tidak salah sasaran. Kemensos akan menggunakan data terbaru hasil pemutakhiran Badan Pusat Statistik (BPS) yang kemudian dipadankan dengan data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Ia juga menegaskan bantuan sosial seharusnya tidak membuat masyarakat kehilangan motivasi untuk mandiri. Karena itu, penerima bansos yang masih berada pada usia produktif akan diarahkan mengikuti berbagai program pemberdayaan pemerintah.
“Bansos ini diharapkan tidak membuat masyarakat demotivasi. Malah justru sebaliknya, dengan bansos ini diharapkan masyarakat lebih semangat dengan mengikuti program strategis Presiden yang lain,” ujarnya.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (NTVnews)
Menurut Gus Ipul, program pemberdayaan menjadi bagian penting dalam strategi pengentasan kemiskinan. Pemerintah ingin bantuan sosial tidak hanya berhenti pada bantuan tunai, tetapi juga mampu mendorong masyarakat miskin masuk ke sektor produktif.
Sementara terkait subsidi LPG 3 kilogram, Gus Ipul menyebut pembahasannya masih akan dilakukan bersama kementerian terkait. Kementerian Sosial, kata dia, akan terlibat apabila pembahasan berkaitan dengan data penerima manfaat dan kelompok sasaran subsidi.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (NTVnews)