Trump Bakal Jadikan Venezuela Jadi Negara Bagian ke-51 AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Mei 2026, 02:35
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (ANTARA/Anadolu Ajensi/pri.) Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (ANTARA/Anadolu Ajensi/pri.) (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu kontroversi dengan melontarkan gagasan menjadikan Venezuela sebagai bagian dari wilayah Amerika Serikat.

Dilansir dari Reuters, Rabu, 13 Mei 2026, Hubungan Washington dan Caracas diketahui memanas setelah militer AS menangkap mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro di Ciracas, Venezuela, pada 3 Januari 2026. Penangkapan tersebut kemudian dikaitkan dengan upaya AS memperluas pengaruh terhadap sumber daya alam Venezuela, khususnya minyak.

Tak berhenti di situ, Trump juga sempat mengunggah pernyataan kontroversial di platform media sosial miliknya, Truth Social, pada Maret 2026 mengenai kemungkinan Venezuela menjadi bagian dari Amerika Serikat.

"Hal-hal baik terjadi pada Venezuela akhir-akhir ini! Saya bertanya-tanya tentang keajaiban apa ini? KEBANGSAAN, #51, ADA YANG TERTARIK?" tulis Trump dalam unggahannya.

Trump bahkan dilaporkan mengatakan kepada Fox News pada Senin, 11 Mei 2026 waktu setempat bahwa dirinya “serius” mempertimbangkan Venezuela sebagai negara bagian ke-51 AS.

Menanggapi hal itu, Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez menegaskan pemerintahnya tidak pernah mempertimbangkan opsi menjadi bagian dari Amerika Serikat.

Baca Juga: Trump: Gencatan Senjata Iran di Ambang Kritis

"Itu tidak akan pernah dipertimbangkan, karena jika ada satu hal yang dimiliki oleh kami, kaum pria dan wanita Venezuela, adalah bahwa kami mencintai proses kemerdekaan kami, kami mencintai para pahlawan pria dan pahlawan wanita kemerdekaan kami," kata Rodriguez kepada wartawan usai menghadiri sidang di Mahkamah Internasional di Den Haag.

Saat ditanya mengenai kemungkinan status negara bagian AS bagi Venezuela, Rodriguez mengatakan pemerintahnya tetap mengedepankan agenda kerja sama diplomatik dengan Washington.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro (ketiga kanan) dikawal pasukan setibanya di Heliport Downtown Manhattan dalam perjalanan menuju Gedung Pengadilan Daniel Patrick Manhattan, Amerika Serikat, Senin, 5 Januari 2026. ??????? Nicolas Maduro akan menjalan <b>(Antara)</b> Presiden Venezuela Nicolas Maduro (ketiga kanan) dikawal pasukan setibanya di Heliport Downtown Manhattan dalam perjalanan menuju Gedung Pengadilan Daniel Patrick Manhattan, Amerika Serikat, Senin, 5 Januari 2026. ??????? Nicolas Maduro akan menjalan (Antara)

Sejak mengambil alih pemerintahan dari Maduro, Rodriguez diketahui memimpin upaya mencairkan hubungan dengan Amerika Serikat di tengah tekanan terkait akses terhadap cadangan minyak dan bahan bakar fosil Venezuela yang sangat besar.

Trump sendiri beberapa kali memuji Rodriguez, terutama setelah pemerintah Venezuela membuka sektor pertambangan dan minyak bagi investasi asing, termasuk dari perusahaan Amerika Serikat.

Selain itu, Rodriguez juga mendorong pengesahan undang-undang amnesti yang menyebabkan ratusan tahanan politik dibebaskan, meski masih ada sekitar 500 orang yang tetap ditahan.

x|close