Jepang Pantau Pertemuan Trump-Xi di Tengah Kekhawatiran soal Taiwan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Mei 2026, 14:25
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi. (ANTARA/Anadolu/py) Arsip - Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi. (ANTARA/Anadolu/py) (Antara)

Ntvnews.id, Tokyo - Pemerintah Jepang memantau secara serius hasil pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang berlangsung Kamis, 14 Mei 2026, di tengah kekhawatiran Washington dapat memberikan konsesi terkait Taiwan dalam negosiasi dagang dengan Beijing.

Seorang pejabat senior Jepang menyebut Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi tengah mempertimbangkan kemungkinan menghubungi Trump yang saat ini berada di China untuk bertemu Xi Jinping.

Menurut laporan Kantor Berita Xinhua, Xi dalam pertemuan tertutup dengan Trump menegaskan bahwa hubungan Amerika Serikat dan China dapat berujung bentrokan bahkan konflik apabila isu Taiwan tidak ditangani secara tepat oleh Washington.

Sebelumnya, pernyataan PM Takaichi mengenai Taiwan pada November lalu sempat memperburuk hubungan Tokyo dengan Beijing. Dalam keterangannya di parlemen, Takaichi menyatakan bahwa serangan terhadap Taiwan dapat memicu respons Pasukan Bela Diri Jepang untuk mendukung Amerika Serikat.

Tokyo juga disebut semakin khawatir terhadap tindakan China yang dinilai semakin “sewenang-wenang” di kawasan.

Pemerintah Amerika Serikat sendiri menegaskan tidak mendukung kemerdekaan Taiwan. Sementara Jepang menekankan pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan serta mendorong penyelesaian masalah melalui dialog damai.

Baca Juga: Poin Penting Pertemuan Trump dan Xi Jinping

Meski demikian, Jepang tetap mempertahankan hubungan non-pemerintah dengan Taiwan.

"Perdana Menteri (Takaichi) bisa berbicara dengan Trump melalui saluran telepon," kata pejabat senior Jepang itu.

Menurut pejabat tersebut, komunikasi itu diperlukan agar Jepang dapat memahami pandangan yang berkembang dalam pertemuan Trump dan Xi guna menyusun analisis serta asesmen secara komprehensif.

"Anda tak akan bisa menerka apa yang akan Trump katakan," kata seorang pejabat tinggi di Kementerian Luar Negeri Jepang.

Trump diketahui melakukan kunjungan selama dua hari ke China untuk bertemu Xi Jinping. Kunjungan itu menjadikannya presiden Amerika Serikat pertama yang datang ke China dalam hampir satu dekade terakhir.

Baca Juga: Trump Ungkap Xi Jinping Bakal Terus Beli Minyak Iran

Di sisi lain, Jepang juga menghadapi tekanan dari kebijakan pengendalian ekspor China terhadap komoditas sipil yang memiliki potensi penggunaan militer atau dual-use, termasuk kemungkinan pembatasan komoditas tanah jarang.

Pertemuan Trump dan Xi diperkirakan membahas berbagai isu strategis yang berdampak langsung terhadap Jepang, mulai dari perang AS-Israel melawan Iran hingga pengendalian ekspor tanah jarang oleh China.

"Kami harus benar-benar memerhatikan di bidang mana yang mereka berhasil sepakati dan di mana kesepakatan belum tercapai," kata seorang pejabat Jepang.

(Sumber: Antara)

x|close