Iran Bentuk Otoritas Baru untuk Kelola Selat Hormuz

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Mei 2026, 12:35
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Sebuah kapal pengangkut barang terlihat di Selat Hormuz. (ANTARA/Anadolu/py.) Arsip - Sebuah kapal pengangkut barang terlihat di Selat Hormuz. (ANTARA/Anadolu/py.) (Antara)

Ntvnews.id, Teheran - Iran mengumumkan pembentukan otoritas baru yang akan mengelola Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat terkait jalur pelayaran strategis tersebut.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran pada Senin, 18 Mei 2026, menyampaikan bahwa pihaknya akan memberikan pembaruan mengenai operasi di Selat Hormuz serta perkembangan terbaru melalui platform X.

Namun, hingga saat ini pemerintah Iran belum memaparkan secara rinci struktur, kewenangan, maupun tanggung jawab lembaga baru tersebut.

Baca Juga: Trump dan Xi Sepakati Denuklirisasi Korut hingga Pembukaan Selat Hormuz

Ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, sebelumnya menyebut Iran telah menyiapkan mekanisme pengaturan lalu lintas maritim di jalur tertentu di Selat Hormuz.

Ia juga menyatakan bahwa Iran akan mengenakan biaya untuk “layanan khusus” dalam mekanisme tersebut.

"Dalam proses ini, hanya kapal komersial dan pihak yang bekerja sama dengan Iran yang akan memperoleh manfaat," tulis Azizi di platform X.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Oman, serta menjadi salah satu rute utama perdagangan energi global.

Setiap gangguan di wilayah tersebut kerap menimbulkan kekhawatiran internasional terkait pasokan minyak dan gas dunia.

Baca Juga: Menteri Energi AS Prediksi Selat Hormuz Dibuka Kembali Akhir Musim Panas 2026

Ketegangan di kawasan ini meningkat setelah serangkaian aksi militer antara sejumlah pihak di kawasan Teluk.

Kondisi tersebut sempat memicu gangguan terhadap aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.

Meski sempat terjadi gencatan senjata pada 8 April melalui mediasi Pakistan, upaya pembicaraan lanjutan dilaporkan belum menghasilkan kesepakatan jangka panjang.

Sementara itu, sejak 13 April, Amerika Serikat disebut memberlakukan pembatasan terhadap lalu lintas maritim Iran di kawasan tersebut.

(Sumber: Antara)

x|close