Indonesia Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran, Dorong Deeskalasi dan Stabilitas Kawasan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Jun 2026, 05:00
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Ilustrasi Amerika Serikat dan Iran. Ilustrasi Amerika Serikat dan Iran. (Anadolu)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Indonesia menyatakan menyambut positif laporan mengenai tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran. Melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Indonesia berharap komitmen yang telah disepakati kedua negara dapat menjadi langkah awal menuju deeskalasi ketegangan di kawasan.

Dalam pernyataan yang disampaikan melalui akun media sosial X pada Senin, Kemlu RI menilai perkembangan tersebut sebagai sinyal positif bagi upaya penyelesaian konflik secara damai.

“Hal tersebut merupakan perkembangan positif menuju penyelesaian konflik secara damai serta terciptanya perdamaian, keamanan, stabilitas di kawasan,” demikian keterangan tertulis Kemlu RI melalui media sosial X, dikutip Senin, 15 Juni 2026.

Indonesia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses diplomasi, termasuk para mediator yang dinilai berperan penting dalam mempertemukan kedua negara dan mendorong penyelesaian perbedaan melalui jalur dialog.

Menurut Kemlu RI, momentum yang telah tercipta perlu terus dijaga melalui keterlibatan konstruktif seluruh pihak yang berkepentingan agar proses deeskalasi dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Indonesia juga menyerukan kepada seluruh pihak untuk terus menahan diri dan mematuhi komitmen yang telah disepakati,” menurut Kemlu RI dalam pernyataan tersebut.

Selain itu, Indonesia menegaskan dukungannya terhadap implementasi segera dari kesepakatan damai yang telah dicapai antara Washington dan Teheran. Pemerintah Indonesia juga menyatakan kesiapan untuk mendukung berbagai inisiatif yang bertujuan memperkuat perdamaian, keamanan, dan stabilitas kawasan sesuai dengan prinsip-prinsip hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa kesepakatan dengan Iran telah berhasil dirampungkan. Dalam pernyataannya melalui platform Truth Social, Trump juga mengungkapkan keputusan untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mencabut blokade Angkatan Laut Amerika Serikat.

"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat kepada semua pihak!" tulis Trump melalui platform Truth Social miliknya.

"Saya dengan ini sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa pungutan biaya, dan pada saat yang sama mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat," tambahnya.

Pernyataan serupa juga datang dari pemerintah Iran. Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi memastikan bahwa kedua negara telah mencapai kesepakatan dan proses penandatanganan dokumen resmi akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Naskah nota kesepahaman telah difinalkan, dan penandatanganan resmi dokumen tersebut akan berlangsung di Swiss pada Jumat," kata Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi dalam siaran langsung televisi Iran.

Ia menjelaskan bahwa kesepakatan tersebut tidak hanya mencakup hubungan bilateral antara Iran dan Amerika Serikat, tetapi juga memuat penghentian operasi militer di berbagai front konflik yang terkait.

Ia memastikan bahwa kesepakatan damai AS-Iran mencakup diakhirinya operasi militer di semua front, termasuk Lebanon, juga mulai malam Senin.

Dengan adanya perkembangan tersebut, perhatian dunia kini tertuju pada implementasi kesepakatan yang telah dicapai dan dampaknya terhadap stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah dalam beberapa waktu ke depan.

(Sumber: Iran)

x|close