A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

PM Inggris Keir Starmer Umumkan Larangan Media Sosial bagi Anak di Bawah 16 Tahun - Ntvnews.id

PM Inggris Keir Starmer Umumkan Larangan Media Sosial bagi Anak di Bawah 16 Tahun

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Jun 2026, 05:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer berbicara pada konferensi pers di London, Inggris, 1 April 2026. Starmer mengatakan bahwa Inggris akan menjadi tuan rumah KTT internasional pekan ini tentang pemulihan kebebasan navigasi di Selat Hormuz. ANTARA/Ha Perdana Menteri Inggris Keir Starmer berbicara pada konferensi pers di London, Inggris, 1 April 2026. Starmer mengatakan bahwa Inggris akan menjadi tuan rumah KTT internasional pekan ini tentang pemulihan kebebasan navigasi di Selat Hormuz. ANTARA/Ha (Antara)

Ntvnews.id, London - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan rencana pelarangan akses media sosial bagi anak-anak yang berusia di bawah 16 tahun. Kebijakan tersebut disebut sebagai langkah pemerintah untuk melindungi kesejahteraan dan kesehatan mental generasi muda di negara itu.

Starmer menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah pemerintah menilai dampak negatif media sosial terhadap anak-anak semakin mengkhawatirkan.

"Pemerintah selalu tentang pilihan, dan jelas bagi saya bahwa larangan penuh adalah pilihan yang tepat," kata Starmer dalam konferensi pers hari Senin, 15 Juni 2026 seperti dilaporkan Sky News dan dilansir dari Anadolu, Selasa, 16 Juni 2026.

Menurut Starmer, penggunaan media sosial telah berkontribusi terhadap meningkatnya ketidakbahagiaan di kalangan anak-anak. Ia juga menilai platform digital tersebut menjadi ruang yang memungkinkan terjadinya pelecehan, kekerasan, serta paparan terhadap berbagai konten yang berbahaya.

Perdana Menteri Inggris itu menekankan bahwa keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas utama pemerintah dalam merumuskan kebijakan digital.

Baca Juga: Jelang Eksekusi Blok 15 GBK, PPKGBK Kerahkan 300 Personel untuk Inventarisasi dan Pengamanan Aset

"Saya tidak siap untuk berkompromi dengan keselamatan dan kebahagiaan anak-anak kita, dan itulah mengapa larangan ini harus terjadi, dan itulah mengapa larangan ini akan terjadi," ucap PM Inggris tersebut dalam konferensi pers pada Senin, 15 Juni 2026.

Selain media sosial, Starmer juga menyoroti platform lain yang tidak termasuk dalam cakupan larangan penuh, seperti layanan permainan daring. Menurutnya, platform tersebut harus menerapkan langkah-langkah perlindungan yang mencegah anak-anak berinteraksi dengan orang asing secara bebas.

Ia mengakui bahwa sebagian anak mungkin akan berusaha mencari cara untuk menghindari aturan tersebut. Namun, hal itu tidak boleh dijadikan alasan untuk membatalkan atau menunda penerapan kebijakan.

"Ini akan membuat anak-anak kita lebih bahagia. Dan kita akan memberikan mereka lebih banyak waktu, lebih banyak keamanan, lebih banyak kebebasan untuk tumbuh dewasa, lebih banyak kesempatan. Dan pada akhirnya, itulah tujuan dari pemerintahan ini," ujar Starmer.

Pemerintah Inggris, lanjut Starmer, telah mempelajari berbagai kebijakan serupa yang diterapkan di negara lain, termasuk Australia yang lebih dahulu memperkenalkan pembatasan akses media sosial bagi anak-anak.

Apabila mendapatkan persetujuan parlemen, aturan tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada musim semi tahun 2027. Kebijakan itu akan menjadi salah satu langkah paling ketat yang pernah diterapkan Inggris dalam mengatur penggunaan media sosial oleh anak-anak dan remaja.

Langkah tersebut juga mencerminkan meningkatnya perhatian pemerintah di berbagai negara terhadap dampak media sosial terhadap kesehatan mental, keamanan digital, dan perkembangan psikologis anak-anak di era teknologi modern.

x|close