A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Menbud Fadli Zon Akan Cek Status Rumah Peninggalan Sardjito di Yogyakarta - Ntvnews.id

Menbud Fadli Zon Akan Cek Status Rumah Peninggalan Sardjito di Yogyakarta

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Mei 2026, 23:01
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat ditemui usai peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Jakarta, Rabu (20/5/2026). ANTARA/Sinta Ambar Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat ditemui usai peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Jakarta, Rabu (20/5/2026). ANTARA/Sinta Ambar (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan pihaknya akan menelusuri status bangunan serta informasi lain terkait rumah peninggalan Pahlawan Nasional Indonesia Prof. Dr. Sardjito di kawasan Terban, Yogyakarta, yang dikabarkan dijual oleh keluarga.

“Karena itu milik pribadi tentu kita tidak mempunyai kewenangan kecuali itu cagar budaya, kita berharap mungkin ada yang tertarik untuk memilikinya terutama sehingga menjadikan itu misalnya ruang publik seperti museum dan semacam itu coba nanti akan kita lihat,” kata Fadli dalam wawancara cegat di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.

Fadli mengaku hingga kini pihaknya belum memperoleh informasi lengkap mengenai kabar penjualan rumah tersebut.

“Nanti akan kita cek dulu ya kita belum dapat informasi yang utuh,” katanya.

Baca Juga: Fadli Zon: Putusan PTUN Sesuai Harapan

Rumah peninggalan Sardjito yang berada di Jalan Cik Di Tiro, Terban, Yogyakarta, diketahui memiliki nilai sejarah tinggi. Bangunan bergaya arsitektur jengki itu terletak tidak jauh dari kampus Universitas Gadjah Mada dan menyimpan berbagai koleksi bersejarah milik Sardjito.

Di dalam rumah tersebut tersimpan sejumlah furnitur, buku-buku, hingga koleksi keris yang masih tertata rapi. Rumah itu berdiri di atas lahan seluas 1.206 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 800 meter persegi. Pada bagian belakang rumah juga terdapat kantor obat tradisional Calcusol, yang merupakan hasil temuan Sardjito.

Sardjito lahir di Desa Purwodadi, Kabupaten Magetan, Madiun, Jawa Timur, pada 13 Agustus 1891. Ia dikenal sebagai salah satu pendiri sekaligus rektor pertama Universitas Gadjah Mada pada periode 1950–1961.

Baca Juga: Fadli Zon Tegaskan Chattra Tak Ubah Struktur Candi Borobudur

Namanya juga diabadikan menjadi nama RSUP Dr. Sardjito di Yogyakarta. Sardjito memiliki peran besar dalam perjuangan bangsa Indonesia, terutama melalui bantuan pengobatan darurat bagi para gerilyawan pada masa penjajahan.

Selain itu, Sardjito tercatat sebagai salah satu tokoh pendiri Palang Merah Indonesia (PMI) serta tokoh penting dalam bidang farmasi. Ia turut mengembangkan obat tradisional maupun modern dan pernah mendapat amanat dari pemerintah Indonesia untuk mengambil alih Institut Pasteur peninggalan Belanda serta menjadi Kepala PMI Bandung.

(Sumber: Antara)

x|close