Iran Perluas Pengawasan Selat Hormuz hingga Perairan UEA

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Mei 2026, 06:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Sebuah kapal menunggu untuk melewati Selat Hormuz. ANTARA/Shady Alassar - Anadolu Agency/pri. Sebuah kapal menunggu untuk melewati Selat Hormuz. ANTARA/Shady Alassar - Anadolu Agency/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Badan baru Iran yang bertugas mengawasi Selat Hormuz dilaporkan memperluas wilayah yurisdiksinya hingga mencakup area perairan di selatan Pelabuhan Fujairah, Uni Emirat Arab.

Dilansir dari AFP, Jumat, 22 Mei 2026, Kawasan tersebut diketahui menjadi lokasi penting infrastruktur minyak yang dibangun untuk mengurangi ketergantungan terhadap jalur Selat Hormuz.

Sejak pecahnya konflik Iran melawan Israel dan Amerika Serikat pada 28 Februari lalu, lalu lintas di Selat Hormuz sebagai salah satu jalur pelayaran terpenting dunia berada di bawah pengawasan Iran.

Teheran bahkan secara efektif menutup selat tersebut sejak perang berlangsung dan mulai memberlakukan aturan bagi kapal yang melintas, termasuk kewajiban memperoleh izin dari militer Iran.

Baca Juga: 9 WNI Eks Global Sumud Flotilla Tiba di Istanbul Usai Dibebaskan Israel

Dalam unggahan di media sosial X pada Rabu, 20 Mei 2026, badan Iran bernama Otoritas Selat Teluk Persia (PGSA) menyampaikan bahwa mereka telah menetapkan wilayah yurisdiksi baru untuk pengelolaan selat tersebut.

Pernyataan itu disertai peta yang menggambarkan area pengawasan Iran.

PGSA menjelaskan wilayah tersebut mencakup area yang membentang dari “Kuh-e Mubarak di Iran ke selatan Fujairah di UEA” hingga garis yang menghubungkan Pulau Qeshm di Iran dengan Umm Al-Quwain di UEA.

Selain itu, PGSA menegaskan setiap kapal yang melintas untuk tujuan melewati Selat Hormuz wajib melakukan koordinasi dan memperoleh izin dari otoritas Iran.

"transit melalui area ini untuk tujuan melewati Selat Hormuz memerlukan koordinasi dan izin dari Otoritas Selat Teluk Persia".

Awal bulan ini, Iran resmi meluncurkan PGSA sebagai lembaga yang bertugas mengatur lalu lintas pelayaran dan pengumpulan biaya bagi kapal yang melintas di Selat Hormuz. Otoritas tersebut juga mengancam akan menyerang kapal yang melintas tanpa izin.

Melalui akun media sosialnya yang mulai aktif sejak Senin (18/5), PGSA mendeskripsikan dirinya sebagai:

"badan hukum dan otoritas perwakilan Republik Islam Iran untuk mengelola jalur dan transit melalui Selat Hormuz."

Arsip - Kapal tanker minyak Inggris Stena Impero dikelilingi oleh kapal cepat Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz (21/7/2019). (ANTARA/Xinhua/HO-ISNA/Morteza Akhoundi/aa) <b>(Antara)</b> Arsip - Kapal tanker minyak Inggris Stena Impero dikelilingi oleh kapal cepat Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz (21/7/2019). (ANTARA/Xinhua/HO-ISNA/Morteza Akhoundi/aa) (Antara)

Ketegangan antara Iran dan UEA meningkat tajam sejak perang antara Iran melawan AS dan Israel pecah. Situasi memburuk setelah Teheran meluncurkan serangan balasan berupa rudal dan drone ke sejumlah negara Teluk sebagai respons atas serangan AS-Israel.

Pekan lalu, Iran bahkan menuding UEA ikut berperan aktif dalam konflik tersebut. Namun, tuduhan itu telah dibantah oleh pemerintah UEA.

Di sisi lain, UEA juga secara terbuka menolak penguasaan Iran atas Selat Hormuz dan menyerukan langkah bersama untuk menjaga kebebasan navigasi di jalur pelayaran strategis tersebut.

x|close