Marco Rubio Tegaskan Pengayaan Uranium Jadi Fokus Negosiasi AS-Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Mei 2026, 21:30
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio berbicara dalam konferensi pers di Gedung Putih, Washington D.C., Amerika Serikat, Rabu 6 Mei 2026. (ANTARA/Anadolu Agency/pri) Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio berbicara dalam konferensi pers di Gedung Putih, Washington D.C., Amerika Serikat, Rabu 6 Mei 2026. (ANTARA/Anadolu Agency/pri) (Antara)

Ntvnews.id

Moskow - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengatakan isu pengayaan uranium masih menjadi salah satu agenda utama dalam perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

"Ada sedikit kemajuan. Prinsip dasarnya tetap sama. Iran tidak akan pernah boleh memiliki senjata nuklir, sama sekali tidak boleh. Rezim (Iran) saat ini tidak akan pernah memiliki senjata nuklir; dan untuk mencapai itu, kami harus menangani isu pengayaan uranium. Kami juga harus menangani isu uranium yang sangat diperkaya," kata Rubio dalam pertemuan tingkat menteri luar negeri negara anggota North Atlantic Treaty Organization di Swedia, Swiss, Jumat, 22 Mei 2026.

Rubio menyebut pihaknya masih menunggu perkembangan terbaru dari proses negosiasi yang sedang berlangsung antara Washington dan Teheran.

Baca Juga:Drone Serang Pembangkit Nuklir Uni Emirat Arab, Picu Kebakaran Hebat

Meski demikian, ia menegaskan bahwa prinsip utama pemerintah Amerika Serikat tetap tidak berubah, yakni memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir.

Sebelumnya, pada Jumat, 15 Mei 2026, Presiden Donald Trump mengatakan dirinya akan merasa puas apabila Iran menghentikan pengayaan uranium selama 20 tahun.

Baca Juga:Rusia Gelar Latihan Nuklir Besar-besaran, Libatkan Pesawat Tempur hingga Kapal Selam

Menanggapi pernyataan tersebut, Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa Iran tidak memiliki niat untuk melepaskan hak-hak yang dijamin dalam Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT).

Amerika Serikat saat ini terus berupaya membatasi ambisi nuklir Iran, sementara Teheran bersikeras ingin memperoleh jaminan perdamaian terlebih dahulu sebelum membahas lebih lanjut mengenai program nuklir mereka.

(Sumber: Antara)

x|close