Ntvnews.id, Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menekankan pentingnya penguatan regulasi berbasis ilmiah dalam menghadapi pesatnya perkembangan gene therapy sebagai salah satu pendekatan pengobatan presisi. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan setiap inovasi medis benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Regulasi adalah tentang melindungi harapan,” kata Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam keterangan di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Taruna saat menerima penugasan akademik sebagai Adjunct Professor bidang Advanced Cell Gene Therapy Pharmacology dari UTMSPACE Services di Kuala Lumpur, Malaysia. Ia menjelaskan bahwa terapi gen berkembang pesat secara global karena mampu menargetkan akar biologis penyakit melalui modifikasi atau penggantian fungsi gen tertentu.
Selain gene therapy, ia juga menyoroti kemajuan teknologi kesehatan lain seperti pengobatan presisi dan pemanfaatan kecerdasan buatan yang memerlukan pengaturan ketat agar tetap aman dan dapat dipercaya publik. Menurutnya, setiap obat, vaksin, maupun terapi baru harus melewati proses evaluasi ilmiah yang ketat sebelum digunakan secara luas.
Baca Juga: BPOM Perkuat Pengawasan Vape demi Lindungi Generasi Muda
Taruna juga menegaskan pentingnya kesiapan kawasan Asia Tenggara dalam menghadapi transformasi industri kesehatan global. Ia mendorong negara-negara di kawasan tersebut untuk memperkuat kapasitas riset, pengembangan bioteknologi, serta ekosistem regulasi kesehatan, sekaligus tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga ikut berperan dalam pengembangannya.
Sejalan dengan hal itu, BPOM terus memperkuat sistem pengawasan obat dan pangan melalui pendekatan berbasis sains, standardisasi internasional, dan kolaborasi lintas sektor demi menjamin keamanan, khasiat, serta mutu produk kesehatan yang beredar di masyarakat.
Baca Juga: BPOM Perkuat Pengawasan Produk Dairy di Tengah Lonjakan Konsumsi Susu Global
Penganugerahan akademik tersebut diberikan atas kontribusi Taruna Ikrar di bidang biomedis, neurosains, farmakologi, terapi sel dan gen, serta kesehatan masyarakat. Selama lebih dari dua dekade, ia aktif dalam riset lintas disiplin seperti pemetaan otak, neurofarmakologi, hingga pengembangan terapi modern berbasis sel dan gen.
“Sains tidak boleh berhenti di laboratorium atau sekadar menjadi arsip jurnal. Inovasi harus dapat diwujudkan menjadi solusi yang memberi dampak bagi masyarakat,” ujarnya.
(Sumber: Antara)
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar saat menerima penugasan akademik sebagai Adjunct Professor bidang Advanced Cell Gene Therapy Pharmacology dari UTMSPACE Services di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (23/5/2026). ANTARA/HO-BPOM (Antara)