Rusia Kembali Bombardir Ukraina, Empat Orang Tewas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Mei 2026, 08:25
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Arsip foto - Asap membubung ke langit di Kiev, Ukraina (27/2/2022). ANTARA/Xinhua/Lu Jinbo/aa. Arsip foto - Asap membubung ke langit di Kiev, Ukraina (27/2/2022). ANTARA/Xinhua/Lu Jinbo/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Kyiv - Rusia kembali melancarkan serangan ke wilayah Ukraina setelah sebelumnya menggempur Kiev menggunakan puluhan rudal canggih dan ratusan drone. Dalam serangan terbaru, empat orang dilaporkan tewas di wilayah Kharkiv dan Donetsk.

"Serangan Rusia menewaskan empat orang dan melukai lebih dari selusin lainnya di Ukraina timur pada hari Senin," kata otoritas setempat dilansir dari AFP, Selasa, 26 Mei 2026..

Gubernur wilayah Kharkiv turut membenarkan adanya korban jiwa dalam serangan tersebut. Dua korban meninggal diketahui merupakan seorang pria lanjut usia dan seorang pria dewasa muda.

"Serangan di kota Dergachi di wilayah Kharkiv timur laut Ukraina menewaskan dua pria berusia 68 dan 25 tahun dan melukai hampir dua lusin lainnya," kata gubernur wilayah tersebut, Oleg Synegubov.

Wilayah Kharkiv sebelumnya sempat dikuasai sebagian besar oleh pasukan Rusia saat invasi dimulai pada 2022. Namun, beberapa bulan kemudian, militer Ukraina berhasil merebut kembali wilayah tersebut melalui serangan balasan yang menjadi pukulan bagi Kremlin.

Baca Juga: Eks Ajudan Zelensky Ditahan Terkait Dugaan Korupsi Besar di Ukraina

Selain itu, Wali Kota Kramatorsk, Oleksandr Goncharenko, melaporkan serangan terpisah yang terjadi di Kramatorsk, wilayah Donetsk timur Ukraina. Serangan itu menewaskan dua orang.

Invasi Rusia ke Ukraina yang awalnya ditujukan untuk memaksa Kyiv menyerah dalam waktu singkat kini berubah menjadi konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II. Perang tersebut telah menewaskan ratusan ribu orang dari kedua belah pihak serta memaksa jutaan warga meninggalkan tempat tinggal mereka.

Dalam beberapa pekan terakhir, Rusia dan Ukraina sama-sama meningkatkan intensitas serangan mematikan di tengah mandeknya upaya perdamaian yang dimediasi Amerika Serikat. Perhatian Washington yang kini lebih terfokus ke kawasan Timur Tengah disebut menjadi salah satu faktor terhambatnya proses penyelesaian konflik yang telah memasuki tahun kelima tersebut.

x|close