Ntvnews.id, Washington - Amerika Serikat pada Senin menyatakan telah melancarkan serangkaian serangan yang disebut sebagai aksi “pertahanan diri” di wilayah selatan Iran. Serangan tersebut diklaim menargetkan peluncur rudal dan kapal-kapal Iran yang diduga tengah memasang ranjau di kawasan perairan Teluk.
Juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM), Kapten Tim Hawkins, mengatakan langkah itu dilakukan untuk melindungi personel militer AS dari ancaman yang dinilai berasal dari pasukan Iran.
“Pasukan AS melakukan serangan pertahanan diri di Iran selatan hari ini untuk melindungi pasukan kami dari ancaman yang ditimbulkan oleh pasukan Iran,” kata Hawkins dalam pernyataannya kepada Fox News.
Baca Juga: Sudah 7 Minggu, Pemakaman Khamenei Ditunda karena Risiko Serangan Israel dan Amerika Serikat
Hawkins menjelaskan bahwa operasi tersebut menyasar lokasi peluncuran rudal serta kapal Iran yang disebut sedang mencoba memasang ranjau. Meski demikian, ia menegaskan CENTCOM tetap menahan diri di tengah berlangsungnya gencatan senjata. “Komando Pusat AS terus membela pasukan sambil menahan diri selama gencatan senjata yang sedang berlangsung,” ujarnya.
Pihak CENTCOM belum memberikan penjelasan lebih lanjut terkait detail operasi maupun dampak dari serangan tersebut. Namun, media-media Iran sebelumnya melaporkan adanya ledakan di sejumlah wilayah Iran selatan pada Senin, termasuk di kota Bandar Abbas serta daerah dekat Sirik dan Jask di pesisir Teluk Persia.
Baca Juga: 2 Drone Hantam Gedung Perwakilan Amerika Serikat di Baghdad
Kantor berita semi-resmi Iran, Fars, melaporkan warga Bandar Abbas mendengar beberapa suara ledakan, meski sumber dan lokasi pasti ledakan masih belum diketahui. Media tersebut juga menyebut suara serupa terdengar hampir bersamaan di wilayah Sirik dan Jask yang berada di kawasan pesisir selatan Iran.
(Sumber: Antara)
Arsip foto - Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf . /ANTARA/Anadolu/py. (Anadolu) (Antara)