Ntvnews.id, Jember, Jawa Timur - Gempa bumi dengan magnitudo 5,1 mengguncang wilayah Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Selasa sore dan dipastikan tidak menimbulkan potensi tsunami. Getaran gempa juga dirasakan di sejumlah daerah sekitar dengan tingkat intensitas yang bervariasi.
Kepala Stasiun Geofisika Malang Ricko Kardoso menjelaskan bahwa gempa tektonik tersebut terjadi pada pukul 15.39 WIB di wilayah tenggara Jember. Ia menyampaikan informasi tersebut dalam keterangan resmi yang diterima di Jember.
"Gempa tektonik terjadi pada pukul 15.39 WIB di wilayah tenggara Jember, Jawa Timur," kata Kepala Stasiun Geofisika Malang Ricko Kardoso dalam siaran pers yang diterima di Jember.
Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut memiliki magnitudo terbaru M4,8 dengan episenter di koordinat 9,07 derajat Lintang Selatan dan 113,82 derajat Bujur Timur. Lokasi gempa berada di laut sekitar 99 kilometer arah tenggara Jember dengan kedalaman 14 kilometer.
Baca Juga: Gempa Bumi Berkekuatan M 5,2 Hantam Blitar
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng," kata Ricko.
Ia juga menjelaskan bahwa hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa tersebut memiliki pergerakan geser. Guncangan dirasakan di sejumlah wilayah seperti Jember dengan intensitas IV MMI, Banyuwangi III–IV MMI, serta beberapa daerah lain seperti Bondowoso, Kuta, Kuta Selatan, dan Malang dengan intensitas III MMI.
"Gempa bumi itu berdampak dan dirasakan di daerah Jember dengan skala intensitas IV MMI, Banyuwangi dengan skala intensitas III-IV MMI, Bondowoso, Kuta, Kuta Selatan dan Malang dengan skala intensitas III MMI," katanya.
Sementara itu, getaran juga dirasakan di Denpasar dengan intensitas II–III MMI, serta Blitar dan Trenggalek dengan intensitas II MMI. BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami dan hingga pukul 15.55 WIB belum tercatat adanya gempa susulan.
Baca Juga: Gempa Bumi M 7,6 Guncang Bitung Sulut, Peringatan Tsunami Dikeluarkan
"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami," katanya.
Sementara itu, sejumlah warga di Perumahan Graha Citra Mas dilaporkan sempat panik dan berhamburan keluar rumah saat gempa terjadi karena guncangannya cukup kuat.
"Getarannya cukup keras, sehingga saya berlari ke luar rumah," kata Fitri, salah satu warga perumahan itu.
(Sumber: Antara)
Titik gempa yang terjadi di tenggara Kabupaten Jember pada Selasa (26/5/2026) sore. ANTARA/HO-BMKG (Antara)