Menkes Pastikan Pasien Hantavirus di RSPI Sulianti Saroso Sudah Pulang dan Tidak Menularkan Virus

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Jun 2026, 16:12
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan pasien yang sempat dirawat akibat infeksi Hantavirus di Rumah Sakit Pusat Infeksius (RSPI) Sulianti Saroso telah dinyatakan pulang setelah menjalani penanganan dan pemantauan kesehatan.

Menurut Menkes, kasus tersebut terdeteksi setelah pemerintah Indonesia menerima informasi dari otoritas kesehatan Inggris terkait seorang warga negara Inggris yang datang ke Indonesia untuk bekerja dan memiliki riwayat paparan penyakit tersebut. Setelah memperoleh informasi itu, pemerintah segera mengambil langkah pencegahan dengan melakukan isolasi dan pemeriksaan lebih lanjut.

"Jadi itu memang orang yang teridentifikasi pernah di kapal. Kita di-warning dari Pemerintah Inggris bahwa ada satu orang Inggris yang datang ke Indonesia karena bekerja," kata Menkes Budi Gunadi di Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026.

Budi menjelaskan bahwa pasien tersebut langsung menjalani isolasi di RSPI Sulianti Saroso. Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan dan penelusuran kontak erat, pemerintah tidak menemukan adanya indikasi penularan kepada orang lain.

"Kontak tracing-nya sudah dilihat dan semuanya juga sudah dicek gak ada," kata Menkes Budi Gunadi.

Ia menegaskan bahwa Hantavirus bukan merupakan penyakit baru di Indonesia. Virus tersebut telah terdeteksi sejak awal tahun 2000-an dan sejumlah penelitian seroprevalensi menunjukkan sebagian masyarakat di beberapa daerah telah memiliki antibodi terhadap virus tersebut.

Baca Juga: WN Korsel di Tambun Dihabisi Pembunuh Bayaran, Disewa Mantan Istri

"Sudah pernah diuji seroprevalensi survei kayak dulu COVID, di daerah-daerah seperti Bali 16 persen, sudah punya antibodi. Daerah-daerah Surabaya, Jakarta, sudah 13 persen. Jadi memang ini bukan virus baru. Sudah ada dulu di Indonesia dan Alhamdulillah, fatality rate-nya sih sangat rendah," kata Menkes.

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 22 Mei melaporkan perkembangan wabah Hantavirus yang terjadi di sebuah kapal pesiar internasional. Dalam laporan tersebut, jumlah kasus yang terkonfirmasi meningkat menjadi 12 orang.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan bahwa Belanda melaporkan satu kasus tambahan yang melibatkan seorang awak kapal yang sempat turun di Tenerife, Spanyol, sebelum akhirnya dipulangkan ke Belanda dan menjalani isolasi.

WHO mencatat hingga saat ini terdapat 12 kasus Hantavirus yang terlaporkan dengan tiga kasus kematian. Namun, tidak ada tambahan kematian baru sejak laporan pertama diterima WHO pada 2 Mei lalu.

Baca Juga: 4 ABK yang Berlayar ke Somalia Sempat Suspek Hantavirus, Hasil Pemeriksaan Negatif

"Kami terus mendesak negara-negara yang terdampak untuk memantau seluruh penumpang dan awak kapal dengan cermat selama sisa periode karantina," kata Tedros.

Selain itu, WHO menyebut lebih dari 600 orang yang memiliki kontak dengan para pasien masih berada dalam pemantauan di sekitar 30 negara. Sejumlah kontak yang masuk kategori berisiko tinggi juga masih terus dilacak untuk mencegah kemungkinan penyebaran lebih lanjut.

Pemerintah Indonesia memastikan terus memantau perkembangan situasi global terkait Hantavirus serta memperkuat sistem kewaspadaan kesehatan guna mengantisipasi potensi kasus impor dari luar negeri.

(Sumber: Antara)

x|close