Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno mengungkapkan bahwa sebagian besar kasus kebakaran yang terjadi di ibu kota disebabkan oleh korsleting atau hubungan arus pendek listrik. Pernyataan tersebut disampaikan usai meninjau lokasi kebakaran di Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 2 Juni 2026.
Menurutnya, hasil evaluasi dan data yang dimiliki Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunjukkan bahwa sekitar 95 persen insiden kebakaran di Jakarta berawal dari masalah instalasi listrik yang tidak aman.
"Yang harus pertama kali dijaga adalah listrik. Karena di Jakarta ini hampir rata-rata kebakaran terjadi karena korsleting listrik. Itu berdasarkan survei kita hampir 95 persen," ungkapnya.
Berdasarkan data sementara, kebakaran yang melanda kawasan padat penduduk di Kemayoran tersebut menghanguskan 304 bangunan dan berdampak pada 354 kepala keluarga (KK) atau sekitar 679 jiwa.
Jumlah warga terdampak terdiri atas 326 laki-laki dan 353 perempuan. Di antara mereka terdapat 35 lansia, 90 balita, 53 anak usia sekolah dasar, enam pelajar SMP, 22 remaja usia SMA/SMK, serta ratusan warga dewasa termasuk ibu hamil.
Peristiwa ini menjadi salah satu kebakaran besar yang terjadi di Jakarta dan menimbulkan kerugian material yang cukup signifikan bagi masyarakat.
Baca Juga: Kebakaran Kemayoran Hanguskan Permukiman, 620 Warga Kehilangan Tempat Tinggal
Rano Karno Tinjau kebakaran (Pemprov DKI)
Baca Juga: 6 Korban Kebakaran Pasar Jiung Kemayoran Dilarikan ke RS Hermina Akibat Sesak Napas
Untuk membantu para korban kebakaran, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan berbagai fasilitas di lokasi pengungsian yang berada di Lapangan Yusuf Hamka.
Posko tersebut dilengkapi dengan layanan kesehatan, dapur umum, area pengungsian, hingga layanan dukungan psikologis bagi anak-anak dan warga yang mengalami trauma akibat musibah kebakaran.
"Menyiapkan posko di lapangan Yusuf Hamka ini, lengkap dengan pengungsi, ada posko kesehatan, ada dapur umum, kemudian ada posko dukungan psikologi untuk anak-anak," terangnya.
Selain fasilitas pengungsian, Dinas Sosial DKI Jakarta juga telah mendistribusikan berbagai bantuan kebutuhan dasar kepada para korban.
Bantuan tersebut meliputi makanan siap saji, matras, perlengkapan tidur, pakaian, serta kebutuhan pokok lainnya guna memastikan para pengungsi tetap mendapatkan pelayanan yang layak selama masa tanggap darurat.
Rano Karno (Pemprov DKI)