Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno meninjau lokasi jalan ambles di Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, yang kini telah kembali dibuka untuk lalu lintas setelah proses perbaikan intensif selama beberapa hari.
Kunjungan dilakukan untuk memastikan kondisi jalan benar-benar aman dan nyaman bagi masyarakat setelah sempat ditutup akibat amblasnya badan jalan yang mengganggu aktivitas warga dan arus kendaraan.
Rano Karno mengapresiasi kerja cepat seluruh jajaran yang terlibat dalam penanganan kerusakan jalan tersebut. Menurutnya, perbaikan yang berhasil diselesaikan dalam waktu sekitar empat hingga lima hari merupakan pencapaian yang patut diapresiasi.
Ia menegaskan bahwa pembukaan kembali Jalan Raya Lenteng Agung sangat penting mengingat ruas jalan tersebut merupakan salah satu jalur strategis yang menghubungkan Jakarta dengan Depok, Jawa Barat.
"Saya cukup terkejut, dalam waktu lima hari jalan ini sudah bisa dilalui dengan kondisi sangat baik. Awalnya saya sempat meminta Dinas Bina Marga melakukan pelapisan ulang aspal, tetapi melihat hasilnya sekarang, itu tidak diperlukan lagi," ujarnya, Selasa, 2 Juni 2026.
Insiden jalan ambles terjadi pada Jumat pagi pekan lalu. Demi menjaga keselamatan pengguna jalan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta langsung menutup akses di lokasi dan mengerahkan alat berat untuk mempercepat proses penanganan.
Rano menjelaskan bahwa petugas bekerja tanpa henti selama hampir empat hari untuk menyelesaikan perbaikan saluran dan badan jalan yang mengalami kerusakan.
"Alhamdulillah, hari ini dua ruas jalan sudah kembali dibuka dan dapat dilalui normal," imbuhnya.
Meski demikian, ia meminta agar pekerjaan lanjutan seperti pembenahan bahu jalan dan area di sisi kiri maupun kanan jalan tetap diselesaikan agar kondisi lalu lintas dapat pulih sepenuhnya.
Dalam peninjauan tersebut, Rano Karno bersama Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, turut membahas hasil investigasi terkait penyebab amblasnya jalan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan teknis, kerusakan dipicu oleh pengeroposan struktur pipa besi bergelombang atau Aramco yang telah berusia lebih dari tiga dekade.
Jalan Amblas di Lenteng Agung (Pemprov DKI)
Menurut Rano, usia infrastruktur yang sudah tua membuat kekuatan struktur menurun sehingga rentan mengalami kerusakan, terutama saat menghadapi tekanan dan perubahan kondisi lingkungan.
"Jenis besi ini usianya sudah cukup tua, mungkin lebih dari 30 tahun. Struktur yang menua pasti mengalami pengeroposan. Fenomena seperti ini juga bisa saja terjadi di titik lain di Jakarta karena masih ada struktur Aramco dengan kondisi serupa," jelasnya.
Proses perbaikan di lokasi tidak dilakukan dengan metode penggalian biasa karena saluran air berada di bawah jalur rel kereta api dan terhubung dengan aliran dari Waduk Universitas Indonesia.
Kondisi tersebut membuat tim teknis harus menggunakan metode khusus berupa pengeboran dan pemasangan pipa secara langsung untuk menjaga stabilitas area di sekitar rel kereta.
Sebagai bagian dari penguatan infrastruktur, saluran baru kini diperkuat menggunakan beton berkualitas tinggi K-400 yang diharapkan mampu meningkatkan daya tahan konstruksi dalam jangka panjang.
Sebagai langkah antisipasi, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas SDA saat ini tengah melakukan inventarisasi dan pemetaan jaringan saluran lama yang masih menggunakan struktur Aramco.
Langkah tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi titik-titik yang berpotensi mengalami kerusakan serupa sehingga upaya mitigasi dapat dilakukan lebih cepat sebelum menimbulkan gangguan yang lebih besar.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin menunggu hingga terjadi insiden serupa di lokasi lain. Oleh karena itu, seluruh infrastruktur tua yang berisiko akan dipetakan dan dievaluasi secara menyeluruh.
"Kami tidak ingin menutup-nutupi risiko yang ada, tetapi fokus pada langkah antisipasi. Semua skenario harus disiapkan. Kita harus siap menghadapi kemungkinan terburuk agar mitigasi dan penanganan bisa langsung dilakukan dengan cepat," tutur Rano Karno.
Rano Karno Tinjau Jalan Ambles Lenteng Agung (Pemprov DKI)