Khamenei Akan Dimakamkan di Mashhad, Iran Siapkan Rangkaian Upacara Penghormatan Nasional

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Jun 2026, 12:46
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Seorang warga memberikan penghormatan bunga dalam aksi reli untuk mengenang mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei sekaligus menyatakan kesetiaan kepada Pemimpin Tertinggi yang baru, Mojtaba Khamenei, di Teheran, Iran, 7 Mei 2026. (ANTARA/Xinhua/Shadati) Seorang warga memberikan penghormatan bunga dalam aksi reli untuk mengenang mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei sekaligus menyatakan kesetiaan kepada Pemimpin Tertinggi yang baru, Mojtaba Khamenei, di Teheran, Iran, 7 Mei 2026. (ANTARA/Xinhua/Shadati) (Antara)

Ntvnews.id, Teheran - Pemerintah Iran menyiapkan prosesi penghormatan terakhir dan pemakaman bagi Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran yang wafat dalam serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari lalu. Berdasarkan keterangan pejabat setempat, Khamenei akan dimakamkan di Kota Mashhad, Provinsi Khorasan Razavi, Iran timur laut.

Wakil Wali Kota Teheran Bidang Sosial dan Kebudayaan Mohammad-Amin Tavakkolizadeh menyampaikan bahwa lokasi pemakaman dipilih sesuai dengan pesan terakhir almarhum dan pertimbangan keluarga. Menurut laporan Fars News Agency, Khamenei akan dimakamkan di kompleks suci Imam Reza yang merupakan salah satu situs keagamaan terpenting di Iran.

Tavakkolizadeh menjelaskan bahwa pemerintah merencanakan upacara penghormatan selama tiga hari disertai prosesi pemakaman yang berlangsung selama 24 jam. Kegiatan tersebut diperkirakan digelar di Teheran, dengan lokasi yang sedang dipertimbangkan antara Musala Agung (Grand Mosalla) atau mausoleum Imam Khomeini, pemimpin tertinggi pertama Republik Islam Iran. Setelah itu, jenazah akan dibawa ke Qom dan Mashhad untuk rangkaian penghormatan serupa.

Baca Juga: Lebih dari 7 Pekan Wafat, Iran Belum Makamkan Ayatollah Ali Khamenei, Kenapa?

Seluruh prosesi dijadwalkan berlangsung pada paruh kedua Juni 2026. Pemerintah memperkirakan jumlah pelayat yang menghadiri upacara di Teheran dapat mencapai sekitar 20 juta orang, mencerminkan besarnya pengaruh Khamenei dalam kehidupan politik dan keagamaan Iran.

Sementara itu, putra almarhum, Mojtaba Khamenei, telah ditetapkan sebagai pemimpin tertinggi baru Iran sejak awal Maret, tidak lama setelah wafatnya sang ayah.

Dalam perkembangan lain, Fars News Agency melaporkan bahwa komunikasi antara Iran dan Amerika Serikat disebut telah terhenti selama beberapa hari terakhir. Mengutip sumber yang mengetahui situasi tersebut, media itu menyebut pesan terakhir dari Teheran kepada Washington berisi pernyataan yang "jelas" mengenai Lebanon dan mendapat perhatian internasional.

Baca Juga: Iran Persiapkan Pemakaman Kenegaraan Ayatollah Ali Khamenei Setelah Berbulan-bulan Tertunda

Laporan mengenai terhentinya komunikasi itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa proses diplomasi kedua negara masih berjalan. Melalui unggahannya di Truth Social pada Selasa, 2 Juni 2026, Trump menegaskan bahwa negosiasi antara Washington dan Teheran belum berhenti.

"masih terus berlangsung."

Trump juga membantah berbagai laporan yang menyebutkan proses perundingan telah ditangguhkan.

"tidak benar dan keliru," tulis Trump.

(Sumber: Antara)

x|close