Ntvnews.id, Taheran - Pemerintah Iran memanggil Duta Besar Prancis untuk Teheran sebagai bentuk protes atas tindakan dua diplomat Prancis yang sempat ditahan awal bulan ini karena diduga mencampuri urusan dalam negeri Republik Islam Iran.
Dilansir dari Al Arabiya, Selasa, 28 Juli 2026, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan pemanggilan Dubes Prancis dilakukan pada Minggu, 26 Juli 2026 waktu setempat.
"Kemarin, Duta Besar Prancis di Teheran dipanggil ke Kementerian Luar Negeri, di mana dalam pertemuan itu ditekankan bahwa pemerintah Prancis harus menghentikan tindakan semacam itu dan campur tangan terhadap urusan dalam negeri Iran yang dilakukan dengan dalih yang menyesatkan," ujar Baghaei dalam konferensi pers di Teheran.
Baghaei menegaskan kedua diplomat Prancis tersebut "telah mencampuri urusan dalam negeri Iran dengan dalih menjalin interaksi dengan masyarakat sipil".
Menurutnya, tindakan yang dilakukan kedua diplomat itu "sama sekali tidak dapat dibenarkan berdasarkan Konvensi Wina tahun 1961 tentang Hubungan Diplomatik".
Baca Juga: Trump Tunda Serangan Udara ke Iran Gegera Stok Amunisi Menipis
Sebelumnya, pada 20 Juli lalu, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot menyatakan bahwa dua diplomat negaranya menjadi sasaran tindakan aparat Iran. Ia menyebut keduanya mengalami "tindakan intimidasi yang sangat serius" saat berada di Teheran.
Barrot menjelaskan kedua diplomat Prancis tersebut "ditahan selama beberapa jam tanpa alasan, diinterogasi, dan salah satu dari mereka mengalami kekerasan fisik", sebelum akhirnya diizinkan kembali ke Kedutaan Besar Prancis di Teheran.
Menanggapi insiden itu, Kementerian Luar Negeri Prancis pada 21 Juli memanggil charge d'affaires Iran di Paris untuk menyampaikan protes resmi. Paris menilai tindakan yang dilakukan aparat Iran terhadap kedua diplomatnya telah melanggar ketentuan dalam konvensi diplomatik internasional.
Namun, Iran membantah tuduhan tersebut. Dalam pernyataan yang disampaikan pada Rabu, 22 Juli 2026, pejabat Kementerian Luar Negeri Iran, Mohammad Tanhaei, menegaskan tidak ada perlakuan buruk maupun intimidasi terhadap kedua diplomat Prancis.
Menurut Tanhaei, aparat keamanan Iran hanya meminta keterangan kepada kedua diplomat tersebut setelah mereka diketahui bertemu dengan sejumlah individu yang tengah menjadi bagian dari penyelidikan otoritas Teheran terkait persoalan keamanan.
Ilustrasi - Bendera Prancis (Antara)