Kemenag: Lebih dari 2 Juta Hewan Kurban Disembelih pada Idul Adha 2026, Nilai Ekonominya Capai Rp18,28 Triliun

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Jun 2026, 13:49
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama Arsad Hidayat. ANTARA/Asep Firmansyah. Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama Arsad Hidayat. ANTARA/Asep Firmansyah. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Agama melalui Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah mencatat jumlah hewan kurban pada Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi mencapai 2.032.753 ekor. Jumlah tersebut terdiri atas 676.866 ekor sapi dan 1.355.887 ekor kambing yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama Arsad Hidayat mengatakan tingginya jumlah hewan kurban mencerminkan besarnya partisipasi umat Islam dalam menjalankan ibadah sekaligus memperkuat semangat berbagi kepada sesama.

“Pelaksanaan kurban tahun ini menunjukkan partisipasi umat Islam yang sangat baik. Lebih dari dua juta hewan kurban tersebar di berbagai masjid di Indonesia. Ini bukan hanya bentuk ketaatan dalam beribadah, tetapi juga wujud nyata kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama,” ujar Arsad dikonfirmasi dari Jakarta, Jumat, 5 Juni 2026.

Baca Juga: Pegadaian Salurkan Lebih dari 900 Hewan Kurban ke Seluruh Indonesia Pada Idul Adha 1447 H

Menurut Arsad, ibadah kurban memiliki dampak sosial yang signifikan karena membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap konsumsi protein hewani. Oleh sebab itu, Idul Adha tidak hanya menjadi momentum pelaksanaan ibadah ritual, tetapi juga sarana memperkuat solidaritas sosial dan pemerataan manfaat bagi masyarakat luas.

Selain manfaat sosial, pelaksanaan kurban tahun ini juga memberikan dampak ekonomi yang besar. Berdasarkan estimasi harga kurban yang digunakan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), yakni sekitar Rp21 juta per ekor sapi dan Rp3 juta per ekor kambing, total nilai ekonomi hewan kurban pada Idul Adha 2026 diperkirakan mencapai Rp18,28 triliun. Nilai tersebut terdiri atas sekitar Rp14,21 triliun dari sapi kurban dan Rp4,07 triliun dari kambing kurban.

Perputaran ekonomi tersebut turut menggerakkan berbagai sektor, mulai dari peternak, pedagang hewan ternak, hingga distribusi daging kepada masyarakat penerima manfaat. Dengan asumsi rata-rata bobot sapi 220–250 kilogram dan kambing 27–29 kilogram, serta tingkat karkas sekitar 50 persen untuk sapi dan 45 persen untuk kambing, lebih dari dua juta hewan kurban tahun ini diperkirakan menghasilkan sekitar 96,27 ribu ton daging dan karkas yang disalurkan kepada masyarakat.

Arsad menambahkan, pelaksanaan kurban juga memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi dan pelayanan sosial umat. Melalui distribusi daging kurban yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga berperan sebagai sarana pemerataan kesejahteraan.

Baca Juga: Viral Video Pejabat Tembak Sapi Kurban dengan Senapan, Publik Malaysia Terbelah

Dalam kesempatan tersebut, Arsad turut menyampaikan pesan Menteri Agama Nasaruddin Umar mengenai makna Idul Adha sebagai momentum berbagi.

“Idul Adha ini sebetulnya identik dengan bulan berbagi. Kita berharap melalui momentum ini, semua orang bisa mencicipi gizi hewani, baik melalui jalur ibadah kurban maupun skema bantuan sosial seperti yang kita lakukan,” ujar Arsad.

Berdasarkan data Kementerian Agama, Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah hewan kurban terbanyak, yakni 455.007 ekor. Posisi berikutnya ditempati Jawa Tengah dengan 405.065 ekor dan Jawa Barat sebanyak 374.482 ekor. Sementara itu, Sumatera Barat mencatat 106.276 ekor, Lampung 105.913 ekor, dan Jambi 87.319 ekor.

(Sumber: Antara)

x|close