Kecelakaan Dump Truk di Cikupa Tewaskan Penumpang Motor, Polisi Dalami Penyebab

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Jun 2026, 13:14
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
ilustrasi kecelakaan sepeda motor. (ANTARA) ilustrasi kecelakaan sepeda motor. (ANTARA) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Sebuah kecelakaan lalu lintas melibatkan dump truk dan sepeda motor terjadi di wilayah Cikupa, Kabupaten Tangerang, yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (8/6) sekitar pukul 19.30 WIB di Jalan Raya Serang KM 20, Desa Sukanagara, Kecamatan Cikupa. Kecelakaan bermula saat sebuah dump truk yang dikemudikan EM melaju dari arah Balaraja menuju Cikupa.

Di waktu yang sama, di jalur tersebut terjadi tabrakan dengan sepeda motor Honda PCX yang dikendarai pria berinisial RCA. Sepeda motor itu juga membawa penumpang seorang perempuan berinisial FM serta dua anak.

Kasat Lantas Polresta Tangerang AKP Fery Oktaviari Pratama menjelaskan kondisi korban setelah insiden tersebut.

"Akibat kecelakaan lalu lintas tersebut, penumpang kendaraan sepeda motor Honda PCX No. Pol. B 5856 FIBM atas nama saudari FM mengalami luka terbuka di bagian kepala dan meninggal dunia," kata Fery.

Baca Juga: WHO Peringatkan Wabah Ebola di RD Kongo Makin Meluas, Risiko Regional Dinilai Tinggi

FM sempat dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Metro Hospital Cikupa. Sementara dua anak yang turut menjadi penumpang juga mengalami luka dan kemudian dibawa ke RS Selaras Cikupa untuk mendapatkan perawatan.

Di sisi lain, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut, termasuk mengenai keterlibatan dump truk yang berada di lokasi kejadian.

"Kita masih dalami kejadian tersebut," ujarnya.

Selain itu, polisi juga menyoroti aspek operasional kendaraan truk yang terlibat, khususnya terkait dugaan pelanggaran jam operasional. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, truk tambang nonlogam hanya diperbolehkan melintas pada pukul 22.00 WIB hingga 05.00 WIB.

Terkait hal tersebut, AKP Fery menyampaikan bahwa proses penanganan masih terus berjalan.

"Sudah kita tangani untuk proses lebih lanjut. Pada saat kejadian tidak ada muatan," katanya.

x|close