Ntvnews.id, Kolombia - Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella mengonfirmasi sedikitnya 188 orang di Departemen Valle del Cauca (Lembah Cauca) dilaporkan hilang setelah gempa bumi kuat melanda negara tersebut.
Berdasarkan laporan media BluRadio pada Selasa, 11, Agustus 2026, jumlah korban tewas akibat gempa tersebut telah mencapai 132 orang. Sementara itu, lebih dari 800 orang dilaporkan mengalami luka-luka.
Di Kota Cali, sedikitnya 883 orang mendapat perawatan medis. Sekretaris Kesehatan Kota Cali, German Escobar, menyampaikan bahwa ratusan korban luka tengah ditangani di sejumlah fasilitas kesehatan.
"Saat ini, 883 orang yang terluka sedang dirawat di jaringan rumah sakit," kata Escobar di platform X.
Baca juga: 883 Warga Cali Jalani Perawatan Medis Usai Gempa M7,4 di Kolombia
Selain menangani korban luka, sejumlah fasilitas kesehatan juga terdampak gempa. Sebanyak tiga fasilitas medis terpaksa ditutup karena mengalami kerusakan pada infrastrukturnya.
Gempa bumi bermagnitudo 7,4 mengguncang Kolombia pada Senin pagi, 10 Agustus 2026 waktu setempat. Pusat gempa berada di dekat Kota San Jose del Palmar, Departemen Choco.
Getaran gempa turut dirasakan di sebagian besar wilayah Kolombia serta sejumlah negara tetangga. Kondisi tersebut menyebabkan dampak yang meluas, dengan ratusan orang menjadi korban dan sejumlah fasilitas mengalami kerusakan.
Baca juga: Kemlu Pastikan Seluruh WNI di Kolombia Aman Usai Gempa M7,4
(Sumber: Antara)
Warga memeriksa bangunan yang rusak setelah gempa bermagnitudo 7,4 di Cali, Kolombia, pada Senin (10/8/2026) (Antara)