Trump Klaim Cegah Serangan Israel ke Iran, Peringatkan Netanyahu Bisa Bertempur Sendiri

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Jun 2026, 15:11
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. ANTARA/Xinhua/Media Resmi Pemerintah Israel/am. Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. ANTARA/Xinhua/Media Resmi Pemerintah Israel/am. (Antara)

Ntvnews.id, Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa dirinya telah memperingatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar tidak kembali melanjutkan perang dengan Iran. Menurut Trump, jika Israel memutuskan melancarkan serangan baru terhadap Teheran, negara tersebut kemungkinan harus menghadapi konsekuensinya tanpa dukungan langsung dari Washington.

Dalam wawancara melalui telepon dengan media daring Axios pada Senin, 8 Juni 2026, Trump mengaku sempat membatasi rencana serangan Israel setelah menerima informasi mengenai operasi militer yang telah mulai dijalankan.

“Mereka sudah mulai melaksanakan serangan itu. Namun, pada akhirnya saya membatasi (serangan Israel) itu,” kata Trump.

Baca Juga: Donald Trump Belum Yakin AS dan Iran Capai Kesepakatan

Ia juga mengeklaim bahwa pemerintah Israel hanya memberikan pemberitahuan dalam waktu yang sangat singkat kepada Amerika Serikat terkait serangan tersebut.

Menurut laporan Axios, Trump kemudian menelepon Netanyahu pada Minggu, 7 Juni 2026 malam dan meminta pemimpin Israel itu untuk menahan diri dari aksi balasan terhadap Iran. Dalam percakapan tersebut, Trump menyampaikan keyakinannya bahwa kesepakatan dengan Iran dapat dicapai dalam beberapa hari ke depan sehingga serangan lanjutan tidak diperlukan. Seorang sumber Israel yang mengetahui isi pembicaraan itu mengatakan Trump juga menyampaikan kemungkinan lain jika diplomasi gagal.

“Atau, dia menambahkan, kesepakatan dengan Iran tidak akan tercapai. Jika itu terjadi, Trump akan memimpin serangan terhadap Iran,” demikian keterangan sumber Israel yang dikutip dalam laporan tersebut.

Baca Juga: Donald Trump Ancam Lanjutkan Serangan ke Iran

Namun, sehari setelah percakapan itu, Netanyahu dilaporkan memberi tahu Gedung Putih bahwa Israel tetap akan melanjutkan operasi militer terhadap Iran apabila dianggap diperlukan demi kepentingan keamanan nasionalnya.

Meski demikian, tanda-tanda deeskalasi mulai terlihat. Iran dan Israel pada Senin sama-sama mengindikasikan penghentian serangan satu sama lain setelah saling melancarkan serangan sejak Minggu malam. Rangkaian aksi militer tersebut menjadi eskalasi paling serius antara kedua negara sejak tercapainya kesepakatan gencatan senjata pada April lalu, sekaligus memunculkan kekhawatiran baru terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah.

(Sumber: Antara)

 

x|close