Ntvnews.id, Jakarta - Ketegangan Timur Tengah kembali mencapai titik panas setelah Kuwait dan Yordania melaporkan serangkaian pencegatan rudal di wilayah udara mereka. Di tengah eskalasi yang terus meningkat, Yordania secara terbuka menyebut serangan berasal dari Iran, sementara Kuwait memilih tidak mengungkap sumbernya.
Militer Kuwait menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat target udara yang disebut sebagai “bermusuhan” di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, Rabu (10/6/2026), seperti dilansir Anadolu Agency dan Reuters.
Namun Kuwait tidak memberikan detail lebih lanjut mengenai asal serangan maupun jenis ancaman yang dicegat.
“Belum ada informasi detail lebih lanjut yang disampaikan oleh otoritas Kuwait.”
Baca Juga: Rupiah Menguat ke Rp17.900 per dolar AS Seiring Kebijakan Kenaikan BI Rate
Dalam pernyataan paling tegas, Angkatan Bersenjata Yordania mengumumkan telah menembak jatuh lima rudal yang diluncurkan dari wilayah Iran menuju kawasan al-Azraq. Militer Yordania menyebut puing-puing hasil pencegatan jatuh di wilayah mereka, namun tidak menimbulkan korban maupun kerusakan material.
Di Bahrain, Kementerian Dalam Negeri mengaktifkan sirene peringatan serangan udara di seluruh wilayah negara tersebut. Namun hingga saat ini, otoritas Bahrain belum memberikan keterangan terkait sumber ancaman yang memicu aktivasi sistem peringatan tersebut.
Situasi makin memanas setelah Iran melalui Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan serangan balasan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. IRGC mengklaim telah meluncurkan drone ke pangkalan Ali Al Salem di Kuwait.
Baca Juga: Dibuka Melemah, IHSG Kembali Menguat ke Level 5.800-an
Di Yordania, IRGC menyebut empat titik di kompleks pangkalan al-Azraq yang menampung pasukan AS turut menjadi sasaran, termasuk hanggar jet tempur F-35 dan pusat komando-kendali militer, dengan penggunaan rudal jarak jauh.
Sementara itu, IRGC juga mengklaim menyerang pangkalan Armada Kelima AS di Bahrain pada Rabu (10/6) dini hari sekitar pukul 02.30 waktu setempat. IRGC menegaskan siap merespons dengan serangan “menghancurkan dan tegas” jika AS kembali menyerang Iran.
Di sisi lain, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan telah melancarkan serangan “pertahanan diri” terhadap Iran. Serangan itu disebut menargetkan sistem pertahanan udara dan radar Iran di dekat Selat Hormuz, sebagai balasan atas insiden sebelumnya, termasuk jatuhnya helikopter Apache militer AS.
Ilustrasi rudal Iran untuk serangan balasan terhadap sejumlah target di Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. ANTARA/Anadolu/py. (Antara)