Ntvnews.id, Lampung - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kemandirian industri otomotif nasional dengan menghadirkan kendaraan produksi dalam negeri yang dapat menjadi kebanggaan bangsa. Menurutnya, setelah lebih dari delapan dekade merdeka, Indonesia sudah seharusnya mampu menghasilkan mobil karya anak bangsa.
"Setelah 81 tahun merdeka, kita harus punya mobil buatan Indonesia sendiri," tegas Prabowo saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia di Lampung, Rabu, 10 Juni 2026.
Prabowo mengatakan upaya membangun industri kendaraan nasional sebenarnya telah berjalan. Salah satu buktinya adalah penggunaan kendaraan produksi dalam negeri oleh sejumlah institusi, termasuk di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Di hadapan para peserta Munas HIPMI, Presiden juga menegaskan bahwa dirinya kini menggunakan kendaraan hasil karya anak bangsa dalam menjalankan tugas kenegaraan.
"Presidenmu, presidenmu, saya, sekarang pakai mobil buatan rakyat Indonesia sendiri," tegasnya yang disambut tepuk tangan para peserta.
Menurut Prabowo, penggunaan kendaraan nasional bukan sekadar pilihan pribadi, melainkan bentuk komitmen untuk memberikan contoh kepada masyarakat mengenai pentingnya mendukung produk dalam negeri.
"Suka tidak suka karena saya Presiden saya harus kasih contoh, saya harus pakai mobil buatan anak-anak Indonesia," kata dia.
Baca Juga: Prabowo: Pengusaha Indonesia Banyak Dosanya
Presiden menjelaskan bahwa saat ini dirinya tidak lagi menggunakan kendaraan produksi luar negeri dalam aktivitas resmi. Meski demikian, ia mengakui kendaraan nasional yang digunakannya masih membutuhkan berbagai penyempurnaan agar dapat bersaing dengan produk otomotif global.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo kembali menceritakan pengalamannya menggunakan kendaraan taktis Maung yang diproduksi oleh PT Pindad. Ia mengungkapkan bahwa kendaraan tersebut sempat mengalami kebocoran saat digunakan di tengah hujan deras.
Meski demikian, Prabowo memilih tetap menggunakannya sebagai bentuk dukungan terhadap industri nasional. Ia bahkan sempat meminta pihak produsen untuk melakukan perbaikan terhadap sejumlah kekurangan yang ditemukan.
"Ya namanya baru ya kan. Ya aku kirim kembalilah ke ini kan buatan Pindad. Aku bilang, ‘Eh Pindad, tolonglah bocornya dikurangi gitu loh’," ucap Prabowo.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto (Istimewa)
Selain masalah kebocoran, ia juga menyinggung pengalaman berkendara dengan Maung yang menurutnya masih terasa keras ketika melintasi medan tertentu. Namun hal tersebut tidak mengurangi tekadnya untuk tetap menggunakan kendaraan produksi dalam negeri.
"Abis itu pakai mobil ya naik gunung, gledak-gledak. Tapi, ‘gledak’ enggak apa-apa. Demi nasionalisme saya tetap pakai mobil ini," sambungnya.
Melalui pernyataannya, Prabowo menegaskan bahwa pembangunan industri otomotif nasional memerlukan dukungan seluruh elemen bangsa. Ia berharap keberadaan kendaraan buatan Indonesia dapat menjadi simbol kemandirian industri sekaligus mendorong pertumbuhan sektor manufaktur nasional di masa mendatang.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto (Istimewa)