Istana Ungkap Anggaran MBG Diperkirakan Berkurang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Jun 2026, 16:20
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan keterangan media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/6/2026). (ANTARA/Fathur Rochman) Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan keterangan media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/6/2026). (ANTARA/Fathur Rochman) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan kebutuhan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi menurun seiring proses penataan dan evaluasi menyeluruh yang sedang dilakukan pemerintah terhadap Badan Gizi Nasional (BGN).

Prasetyo, yang akrab disapa Pras, mengatakan pemerintah saat ini tengah melakukan inventarisasi serta peninjauan terhadap berbagai aspek pelaksanaan program MBG. Evaluasi tersebut mencakup jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG, jumlah penerima manfaat, hingga pola pembiayaan yang selama ini diterapkan.

"Bukan pemangkasan ya, tetapi dari hasil perhitungan, kita meyakini akan ada pengurangan kebutuhan anggaran dari program makan bergizi gratis ini," kata Pras seusai rapat koordinasi terkait MBG di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026.

Menurut Pras, pemerintah masih memerlukan waktu untuk melakukan perhitungan ulang bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan BGN guna memperoleh angka kebutuhan anggaran yang lebih presisi. Hasil dari proses penataan tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan besaran dana yang benar-benar diperlukan untuk menjalankan program MBG.

Baca Juga: BPK Mendukung BULOG dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional melalui Penguatan Program Swasembada dan Tata Kelola yang Akuntabel.

"Jadi dari proses penataan nanti akan bisa kita hitung dengan lebih cermat sesungguhnya anggaran yang dibutuhkan untuk program makan bergizi ini totalnya menjadi berapa," ujarnya.

Ia menambahkan, evaluasi yang dilakukan tidak hanya menyangkut kebutuhan anggaran secara keseluruhan, tetapi juga berbagai komponen biaya dalam pelaksanaan program. Salah satu yang akan dikaji adalah pengadaan kendaraan operasional berupa motor bagi kepala SPPG.

"Semua, semua nanti akan kita lihat. Tidak hanya masalah motor, yang lain-lain juga semua sedang ditata," tegasnya.

Sementara itu, Kepala BGN Nanik S Deyang mengungkapkan dirinya akan melaporkan hasil efisiensi anggaran MBG kepada Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan tersebut disampaikan saat dirinya tiba di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026.

"Efesiensi. Mau lapor Pak Presiden efesiensi," kata Nanik saat tiba di kompleks Istana Kepresidenan.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi merespons terkait munculnya nama Raffi Ahmad dalam proses penyidikan dugaan korupsi yang tengah diusut di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.  <b>(Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)</b> Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi merespons terkait munculnya nama Raffi Ahmad dalam proses penyidikan dugaan korupsi yang tengah diusut di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Meski demikian, Nanik belum bersedia mengungkapkan besaran anggaran yang berpotensi dihemat. Ia menegaskan informasi tersebut akan terlebih dahulu disampaikan kepada Presiden.

"Efesiensi anggaran. Kabar gembira," katanya.

"Ya lapor dulu Pak Presiden, masa aku lapor ke kalian," kata Nanik menambahkan.

Sebelumnya, Nanik telah menegaskan bahwa BGN akan mengambil sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan program MBG. Keputusan tersebut dihasilkan dari rapat konsolidasi internal yang melibatkan jajaran pimpinan BGN.

Ia menjelaskan bahwa anggaran MBG tahun 2026 sebelumnya telah mengalami efisiensi sebesar Rp67 triliun. Dengan demikian, pagu anggaran yang semula ditetapkan sebesar Rp335 triliun kini menjadi Rp268 triliun.

"Hal utama yang telah kami bahas dan kami siapkan rencana kerjanya adalah menuju pada efisiensi anggaran. Kami concern hal pertama yang kami lakukan adalah untuk melakukan efisiensi anggaran," ucap Nanik saat konferensi pers di kantor BGN, Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026.

Langkah evaluasi dan penataan tersebut dilakukan di tengah sorotan terhadap potensi pembengkakan kebutuhan anggaran program MBG, terutama setelah munculnya laporan mengenai peningkatan jumlah titik dapur MBG yang dinilai dapat memengaruhi besaran belanja negara pada tahun mendatang.

x|close