Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia akan terus mempertahankan prinsip politik luar negeri bebas aktif dengan menjalin hubungan baik dengan seluruh negara dan tidak berpihak pada blok atau aliansi militer tertentu.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia di Bandar Lampung, Provinsi Lampung, yang juga diikuti secara daring dari Jakarta, Rabu, 11 Juni 2026.
Menurut Prabowo, dirinya beruntung mewarisi fondasi politik luar negeri yang telah dirumuskan para pendiri bangsa dan terbukti tetap relevan hingga saat ini.
"Saya beruntung. Presiden Indonesia menerima warisan dari pendiri-pendiri bangsa kita. Bahwa politik luar negeri Indonesia adalah politik non-align. Politik non-blok. Kita bersahabat sama semua negara. Kita bersahabat sama semua kekuatan, kita tidak mau terlibat dengan pakta-pakta militer siapapun," kata Presiden Prabowo Subianto saat membuka Musyawarah Nasional XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Bandar Lampung, Provinsi Lampung, diikuti daring dari Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026.
Prabowo menjelaskan bahwa setelah menerima mandat sebagai Presiden Republik Indonesia, dirinya langsung menegaskan kembali arah politik luar negeri Indonesia sesuai dengan prinsip yang telah diwariskan para pendiri bangsa.
Ia menilai sikap bebas aktif semakin penting di tengah kondisi geopolitik global yang penuh ketidakpastian, termasuk berbagai konflik yang masih berlangsung di sejumlah kawasan dunia, terutama Timur Tengah.
Baca Juga: Prabowo: Indonesia Harus Miliki Mobil Buatan Sendiri
"Begitu saya menerima mandat sebagai Presiden, saya langsung gariskan politik luar negeri kita meneruskan politik non-align, politik non-blok, politik bebas aktif," kata Presiden.
Sebagai implementasi dari kebijakan tersebut, Indonesia terus menjaga hubungan baik dengan berbagai negara besar dunia, termasuk Amerika Serikat, Rusia, dan China, serta negara-negara lainnya.
Prabowo menilai posisi Indonesia saat ini semakin diperhitungkan di dunia internasional karena konsisten menjalankan politik luar negeri yang mengedepankan persahabatan dan kerja sama.
"Indonesia sekarang disukai. Indonesia dicari karena Indonesia dikenal tidak mau punya musuh," jelasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi tanggapan atas kritik yang muncul terkait intensitas kunjungan luar negeri yang dilakukan Presiden ke berbagai negara sahabat. Prabowo menegaskan bahwa kunjungan tersebut dilakukan untuk memenuhi undangan resmi sekaligus memperjuangkan kepentingan nasional Indonesia.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto (Istimewa)
Selain melalui hubungan bilateral, Indonesia juga aktif berpartisipasi dalam berbagai forum dan organisasi internasional seperti Asia-Pacific Economic Cooperation, Organisasi Kerja Sama Islam, G20, serta BRICS.
Menurut Prabowo, keterlibatan Indonesia dalam berbagai wadah kerja sama internasional merupakan bagian dari upaya menjaga dan memperjuangkan kepentingan rakyat Indonesia di tengah dinamika global yang terus berubah.
"Untuk membela kepentingan rakyat, memang kita harus memelihara hubungan baik dengan semua pemerintah. Makanya saya katakan politik Indonesia adalah politik tetangga yang baik," tutur Presiden Prabowo Subianto.
Prabowo menegaskan bahwa melalui pendekatan tersebut, Indonesia dapat memperluas peluang kerja sama ekonomi, perdagangan, investasi, dan teknologi, sekaligus menjaga stabilitas hubungan dengan berbagai negara tanpa harus terlibat dalam rivalitas kekuatan besar dunia.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto (Istimewa)