Ntvnews.id, Jakarta - Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, menilai gejolak pasar energi global yang dipicu konflik di Timur Tengah dapat menjadi momentum bagi Indonesia dan Jerman untuk mempererat kerja sama di bidang energi alternatif serta memperkuat ketahanan energi.
“Perang Iran dan kelangkaan bahan bakar fosil yang terjadi adalah isyarat bahwa persoalan kali ini bukan hanya mengatasi perubahan iklim, tetapi juga menjaga ketahanan energi yang menjadi kepentingan kita bersama,” kata Beste dalam konferensi pers di Kedutaan Besar Jerman di Jakarta, Jumat, 12 Juni 2026.
Menurutnya, meningkatnya ketegangan global menunjukkan bahwa Indonesia dan Jerman memiliki kepentingan yang sejalan dalam mencari solusi guna mengurangi ketergantungan pada sumber energi yang berasal dari kawasan tertentu yang berada di luar kendali kedua negara.
Beste menjelaskan bahwa kondisi global saat ini juga memberikan dorongan bagi berbagai negara untuk semakin memprioritaskan pengembangan energi terbarukan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan bahan bakar fosil yang harus didatangkan dari luar negeri.
Meski demikian, ia mengakui bahwa proses transisi energi bukanlah pekerjaan yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Karena itu, Jerman siap berbagi pengalaman, memberikan dukungan keahlian teknis, serta mendiskusikan berbagai strategi transisi energi yang dinilai paling sesuai bagi Indonesia.
Baca Juga: Presiden Jerman Bakal Kunjungi Indonesia 15 Juni
Di sisi lain, Beste menekankan bahwa struktur bauran energi Indonesia dan Jerman memiliki karakteristik yang berbeda. Oleh sebab itu, setiap bentuk kerja sama dalam transisi energi perlu mempertimbangkan kebutuhan dan kepentingan nasional Indonesia.
Lebih lanjut, Dubes Jerman itu menyoroti keterlibatan negaranya dalam mendukung transisi energi Indonesia melalui program Kemitraan Transisi Energi Berkeadilan yang telah berjalan sejak diluncurkan pada 2022.
Ia menyebutkan bahwa dari target investasi sebesar 20 miliar dolar AS untuk pengembangan energi terbarukan di Indonesia, Jerman telah menggelontorkan kontribusi sekitar 1,5 miliar dolar AS hingga saat ini.
Selain membahas kerja sama energi, Beste juga menilai dampak gejolak energi yang dipicu konflik di Timur Tengah semakin mempertegas pentingnya upaya penghentian perang di kawasan tersebut.
“Indonesia dan Jerman memiliki kepentingan yang sama agar peperangan di Teluk Persia dapat segera diakhiri,” kata Dubes Beste.
Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste (Antara)