Warga Iran Gelar Aksi Protes, Tolak Kesepakatan Damai dengan Amerika Serikat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Jun 2026, 06:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Warga Iran berkumpul di Teheran pada 1 April 2026 untuk menghadiri upacara pemakaman Komandan Utama Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Alireza Tangsiri dan personel angkatan bersenjata lainnya yang tewas dalam serangan AS dan Israel. ANT Warga Iran berkumpul di Teheran pada 1 April 2026 untuk menghadiri upacara pemakaman Komandan Utama Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Alireza Tangsiri dan personel angkatan bersenjata lainnya yang tewas dalam serangan AS dan Israel. ANT (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Puluhan warga Iran menggelar demonstrasi di depan kantor Kementerian Luar Negeri di sejumlah kota pada Sabtu, 13 Juni 2026. Aksi tersebut dipicu oleh pernyataan diplomat senior Iran, Abbas Araghchi, terkait rencana penandatanganan kesepakatan damai dengan Amerika Serikat.

Dalam rekaman video yang disebarkan kantor berita Fars, sejumlah perempuan berpakaian serba hitam tampak berunjuk rasa di depan kantor Kementerian Luar Negeri Iran di Mashhad. Mereka meneriakkan slogan, "matilah Araghchi yang tidak terhormat, si penyusup", sambil mengibarkan bendera berwarna merah dan hitam.

Dilansir dari AFP, Senin, 15 Juni 2026, gelombang protes muncul setelah rencana kesepakatan damai yang dipromosikan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bersama mediator dari Pakistan mendapat penolakan dari kelompok garis keras di Iran.

Kelompok tersebut menilai perjanjian yang tengah dirundingkan tidak menguntungkan kepentingan nasional Iran. Mereka juga khawatir kesepakatan itu akan mengurangi pengaruh Teheran terhadap Selat Hormuz. Selain itu, para pengunjuk rasa menuding tim negosiasi Iran telah memberikan terlalu banyak konsesi demi mencapai kesepakatan.

Baca Juga: Iran Sepakat Tidak Pungut Biaya di Selat Hormuz

Dalam wawancara dengan televisi pemerintah pada Jumat, 12 Juni 2026, Araghchi menjelaskan bahwa rancangan kesepakatan yang sedang dibahas mencakup pencabutan blokade angkatan laut Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Blokade tersebut sebelumnya diberlakukan sebagai respons atas tindakan Iran di Selat Hormuz.

"Pengelolaan Selat Hormuz tidak akan sama seperti sebelumnya," tambahnya, menyebut jalur air tersebut sebagai salah satu "instrumen pencegahan utama" Iran.

AFP juga melaporkan beredarnya video lain di media sosial yang belum dapat diverifikasi secara independen. Rekaman itu memperlihatkan massa berkumpul di depan gedung Kementerian Luar Negeri Iran di Teheran.

Dalam aksi tersebut, para demonstran meneriakkan "Araghchi, mundur!" dan "Ghalibaf, mundur!", merujuk kepada Ketua Parlemen Iran sekaligus kepala negosiator, Mohammad Bagher Ghalibaf.

Sementara itu, Trump dan pemerintah Pakistan pada Sabtu, 13 Juni 2026 menyatakan bahwa kesepakatan untuk mengakhiri konflik berpotensi ditandatangani paling cepat pada Minggu, 14 Juni 2026. Namun, pihak Teheran masih menunjukkan sikap lebih hati-hati terkait jadwal penandatanganan perjanjian tersebut.

x|close