Kronologi Dugaan Mahasiswa UBK Terima Uang Rp2 Juta Usai Bertemu Gibran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Jun 2026, 09:04
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Perwakilan Mahasiswa BEM UBK yang Bertemu Gibran Perwakilan Mahasiswa BEM UBK yang Bertemu Gibran (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Dugaan penerimaan uang oleh sejumlah mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) usai menghadiri audiensi dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Kasus ini menyeret nama Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (BEM FH UBK) setelah muncul pengakuan dari sejumlah mahasiswa yang disebut ikut dalam pertemuan dengan Gibran. Polemik tersebut kemudian memicu tuntutan klarifikasi dari kalangan mahasiswa maupun pihak kampus.

Berawal dari Audiensi dengan Gibran

Peristiwa ini bermula ketika Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menerima perwakilan mahasiswa yang sedang menggelar aksi demonstrasi di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada Senin (15/6/2026).

Sekitar pukul 17.25 WIB, salah seorang koordinator lapangan menyampaikan kepada massa aksi bahwa delegasi mahasiswa mendapat kesempatan untuk berdialog langsung dengan Wakil Presiden di Istana Wakil Presiden.

Menindaklanjuti undangan tersebut, para perwakilan mahasiswa kemudian menuju kompleks Istana Wakil Presiden untuk menyampaikan berbagai aspirasi. Sebanyak 15 mahasiswa mengikuti audiensi tersebut. Mereka berasal dari sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Bung Karno, Universitas Terbuka, dan Universitas MH Thamrin.

Ketua BEM FH UBK, Abdi Maludin, diketahui turut hadir dalam rombongan delegasi yang mengikuti pertemuan tersebut.

Muncul Dugaan Penerimaan Uang

Beberapa hari setelah audiensi berlangsung, beredar informasi yang menyebut adanya mahasiswa yang diduga menerima uang usai mengikuti pertemuan dengan Gibran.

Baca Juga: AS Longgarkan Sanksi Minyak Iran

Kabar tersebut berkembang luas hingga memicu desakan agar pengurus BEM FH UBK memberikan penjelasan kepada civitas akademika dan mahasiswa lainnya. Langkah itu dinilai penting untuk menjaga nama baik universitas yang ikut terseret dalam polemik tersebut.

Situasi kemudian memanas ketika sejumlah mahasiswa UBK melakukan interogasi dan konfrontasi terhadap pengurus BEM FH UBK. Proses tersebut bahkan disiarkan secara langsung melalui platform TikTok dan menjadi perhatian publik.

Dalam salah satu video yang beredar, Abdi Maludin menyampaikan permintaan maaf di hadapan mahasiswa lain.

"Saya ngaku salah dan mohon maaf kepada kalian semua," tutur Ketua BEM FH UBK, Abdi Maludin, dalam potongan video yang beredar.

Pernyataan itu langsung direspons oleh peserta forum yang mempertanyakan bentuk pertanggungjawaban pengurus BEM.

"Langkah apa yang akan kamu pertanggungjawabkan untuk balikin nama UBK?" cecar salah satu mahasiswa penanya dalam forum klarifikasi tersebut.

Pengakuan Soal Nominal Uang

Dalam sesi pengakuan yang beredar di media sosial, sejumlah pengurus BEM FH UBK disebut mengakui menerima uang dengan nominal yang berbeda-beda. Mereka mengaku memperoleh dana berkisar antara Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per orang.

Meski demikian, informasi yang beredar hingga kini masih belum memiliki kepastian mengenai sumber maupun tujuan pemberian uang tersebut.

Belum Ada Keterangan Resmi

Hingga kini, informasi mengenai dugaan penerimaan uang tersebut masih simpang siur dan belum dapat dipastikan kebenarannya secara resmi.

Berbagai pengakuan yang muncul dari sejumlah mahasiswa juga dinilai terjadi dalam situasi yang penuh tekanan karena berlangsung saat forum interogasi terbuka.

Sampai saat ini belum ada keterangan resmi yang menjelaskan secara rinci mengenai sumber dana yang disebut diterima mahasiswa maupun pihak yang diduga memberikan uang tersebut.

Klarifikasi resmi masih dinantikan dari pihak Universitas Bung Karno, pengurus BEM, mahasiswa yang terlibat dalam audiensi, maupun perwakilan dari Wakil Presiden.

x|close