BPBD: 118 Bangunan di Palu Rusak Akibat Gempa M 6,7

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Jun 2026, 16:07
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip- Warga melakukan evakuasi mandiri saat terjadi gempa di Pantai Tondo, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa, 16 Juni 2026. Arsip- Warga melakukan evakuasi mandiri saat terjadi gempa di Pantai Tondo, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa, 16 Juni 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Palu - Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu, gempa bumi dengan magnitudo 6,7 yang mengguncang ibu kota Sulawesi Tengah pada Selasa, 16 Juni 2026 telah memicu kerusakan pada sedikitnya 118 bangunan infrastruktur.

Sekretaris BPBD Kota Palu, Mohamad Issa Sunusi, menerangkan bahwa jumlah tersebut didapatkan dari proses pendataan yang hingga kini masih terus berjalan secara dinamis di area terdampak.

"Data kami rilis masih bersifat sementara, tim reaksi cepat (TRC) kami terus melakukan pendataan dan asesmen lapangan untuk kepentingan pembaruan data," kata Sekretaris BPBD Kota Palu Mohamad Issa Sunusi di Palu, Selasa, 23 Juni 2026.

Dalam rinciannya, dampak kerusakan paling besar menimpa sektor pemukiman dengan total 80 unit rumah warga. Sebaran kerusakan rumah tersebut terkonsentrasi di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore sebanyak 40 rumah, serta Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan dengan 22 rumah.

Baca Juga:AHY Tekankan Percepatan Rekonstruksi Infrastruktur Pascagempa Palu

"Rumah rusak tersebar di 11 kelurahan pada 6 kecamatan," ujarnya.

Tak hanya hunian warga, guncangan lindu juga merusak 12 sarana fasilitas umum yang mencakup area ibadah seperti masjid dan gereja hingga jembatan. Kerusakan lain menyasar 10 gedung perkantoran, 6 tempat operasional usaha, serta 2 fasilitas institusi pendidikan.

"Dari 6 tempat usaha, empat diantaranya merupakan perhotelan. Kemudian 2 fasilitas sekolah yakni sarana dan prasarana (sarpras) di SD Inpres 2 Kota Palu dan SMP Negeri 21 Kota Palu," ucapnya.

Issa menguraikan, langkah cepat telah diambil oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Palu selama periode tanggap darurat ini. Salah satunya adalah memeriksa kelayakan struktural Jembatan Palu III. Jembatan yang sempat diisolasi akibat mengalami retakan tersebut kini dipastikan sudah aman dan kembali dibuka untuk arus lalu lintas kendaraan.

Upaya kedaruratan lain yang telah dirampungkan meliputi evakuasi para pasien di Rumah Sakit (RS) Anutapura Palu sesaat setelah gempa terjadi. Penanganan secara kolaboratif juga terus diintensifkan oleh lintas dinas untuk menjamin suplai logistik dan pemeliharaan kesehatan para penyintas.

Baca Juga:Istana Sampaikan Duka Cita atas Korban Gempa Palu, Pemerintah Pastikan Penanganan Optimal

"Dinas Tata Ruang juga telah melakukan identifikasi terhadap struktur bangunan perkantoran terdampak, begitu pun Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) melakukan identifikasi terhadap rumah warga maupun huntap yang mengalami kerusakan," kata Issa.

Guna mempercepat proses pemulihan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah secara resmi telah memberlakukan status tanggap darurat yang dituangkan dalam Keputusan Gubernur Nomor 300.2.1/199/BPBD-6-ST/2026. Status penanganan darurat ini berlaku selama satu pekan mulai tanggal 17 sampai 23 Juni 2026 untuk empat wilayah terdampak, yakni Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Parigi Moutong, dan Kabupaten Poso.

(Sumber: Antara)

x|close