DPR Minta Latsarmil SPPI Dievaluasi Usai 2 Peserta Meninggal Dunia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Jun 2026, 17:19
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip Foto - Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa, 12 Agustus 2025. Arsip Foto - Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa, 12 Agustus 2025. (Antara)

 

Ntvnews.id, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin mendorong pemerintah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan latihan dasar kemiliteran (latsarmil) setelah dua peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) meninggal dunia saat mengikuti pendidikan.

Saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 24 Juni 2026, Hasanuddin menilai pemeriksaan kesehatan calon peserta perlu diperketat sebelum mereka mengikuti pelatihan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan kondisi fisik peserta benar-benar siap menjalani berbagai aktivitas yang menuntut ketahanan tubuh.

"Sumbernya karena sakit dan heat stroke (serangan panas). Menurut hemat saya, harus dievaluasi, terutama mereka yang mau ikut pelatihan seperti itu harus dicek kesehatannya dengan baik sehingga mereka siap melaksanakan kegiatan-kegiatan fisik dalam suasana yang panas sekalipun," kata dia.

Meski meminta evaluasi, Hasanuddin menegaskan program latsarmil memiliki tujuan yang baik karena ditujukan untuk membekali calon pengelola KDMP dan KNMP. Namun, ia menyarankan adanya penyesuaian materi pelatihan agar lebih relevan dengan tugas yang akan dijalankan peserta nantinya.

Baca Juga: Kemhan Lakukan Evaluasi Menyeluruh Latsarmil Setelah 2 Peserta SPPI Meninggal Dunia

"Kalau dihentikan, saya kira tujuannya baik, melatih mereka menjadi manajer di sebuah koperasi desa. Mungkin materinya saja. Kemiliteran dalam konteks seperti militer, latihan menembak, kemudian baris-berbaris, panas-panasan, ya, dikurangi. Lebih baik diberikan pelatihan tentang manajemen sebuah koperasi," tuturnya.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan membenarkan adanya dua peserta program SPPI KDMP dan KNMP yang meninggal dunia saat menjalani latsarmil. Kedua peserta tersebut adalah Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan Anisa yang mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan meninggal dunia akibat heat stroke.

Sementara itu, Yonanda yang menjalani pendidikan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja mengalami penurunan kondisi fisik pada 15 Juni 2026 dan sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, ia dinyatakan meninggal dunia karena henti jantung.

Baca Juga: Kemenhan Benarkan 2 Peserta Program SPPI Meninggal Saat Jalani Latihan Dasar Kemiliteran

Menurut Rico, seluruh peserta telah melalui pemeriksaan kesehatan sebelum dinyatakan memenuhi syarat mengikuti pelatihan. Kendati demikian, Kementerian Pertahanan tetap akan melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan pendidikan guna memastikan keamanan dan kenyamanan peserta selama mengikuti kegiatan.

Selain melakukan evaluasi, Kemhan juga memastikan akan memberikan pendampingan kepada keluarga kedua peserta yang meninggal dunia.

"Kementerian Pertahanan bersama TNI telah memberikan pendampingan kepada keluarga kedua peserta serta memastikan seluruh proses penanganan dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku," ucap Rico.

(Sumber: Antara)

x|close